Jadikan Industri Kuliner Sebagai Daya Tarik Pariwisata, Dispar Kukar Lakukan Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Chef

img

Kepala Bidang Pengembangan SDM Dispar Kukar Antoni Kusbiantoro/pic:tanty

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kuliner sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja di bidang kuliner, khususnya profesi chef.

 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan SDM Dispar Kukar Antoni Kusbiantoro. Ia mengungkapkan belum lama ini pihaknya telah menggelar sertifikasi profesi bagi tenaga kerja di bidang kuliner, khususnya profesi chef pada 3 hingga 5 Juni 2025 lalu.

 

Antoni mengatakan pihaknya bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Tenggarong sebagai lokasi pelaksanaan uji kompetensi. Kerja sama ini dinilai menjadi titik temu penting, antara dunia pendidikan dan dunia industri kuliner yang terus berkembang pesat di daerah.

 

“SMKN 1 Tenggarong memiliki fasilitas dapur praktik dengan standar industri dan tenaga pengajar yang kompeten, sehingga sangat relevan untuk mendukung proses uji kompetensi chef secara langsung,” jelas Antoni Kusbiantoro saat diwawancarai Selasa (10/06/2025.

 

Antoni menyebutkan uji sertifikasi ini dilakukan secara praktik, dengan pengujian keterampilan peserta, mulai dari perencanaan menu hingga proses pengolahan makanan.

 

Dirinya juga mengaku dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, dapur praktik SMK Negeri 1 Tenggarong dipastikan juga telah memenuhi standar industri jasa boga, sehingga pada prosesnya dinilai sangat menunjang asesmen yang profesional dan objektif.

 

“Peserta yang mengikuti uji kompetensi ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk lulusan SMK, pelaku usaha kuliner lokal, serta tenaga kerja profesional yang ingin meningkatkan kredibilitasnya melalui sertifikasi resmi,” katanya.

 

Pada kegiatan ini Antoni juga mengatakan pihaknya telah menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terakreditasi dengan menghadirkan asesor berpengalaman, dengan tujuan untuk menjamin mutu dan objektivitas penilaian.

 

“Dengan sertifikat kompetensi, para chef akan memiliki pengakuan resmi atas keahliannya. Ini akan membuka peluang kerja yang lebih luas di industri kuliner dan pariwisata, baik di hotel, restoran, hingga usaha makanan skala besar maupun kecil,” terang Antoni.

 

Lebih dari sekadar pelatihan, Kabid Peningkatakan SDM Dispar Kukar ini juga menekankan, bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Dispar Kukar dalam mengembangkan sektor kuliner sebagai daya tarik wisata unggulan.

 

Antoni menilai kuliner dinilai memiliki potensi besar sebagai bagian dari identitas daerah yang mampu mendongkrak ekonomi lokal. Sebab itu pihaknya juga berkomitmen bahwa program peningkatan kapasitas dan pengakuan profesi ini tidak akan berhenti pada profesi chef saja.

 

Dirinya juga menambahkan ke depan profesi lain dalam rantai ekonomi kreatif juga akan dijangkau melalui pelatihan dan sertifikasi serupa, guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya saing.

 

“Dengan langkah ini, kita yakin Kukar tidak hanya memperkuat sektor pariwisata dari sisi destinasi, tetapi juga dari sisi pelaku industri yang kompeten dan tersertifikasi,” pungkas Antoni. (Adv/Tan)