Kampung Bena Baru Pertahankan Gelar Juara Lomba Perahu Naga, Usul Bentuk Asosiasi Pendayung Berau

img

Larie dan Kepala Kampung Bena Baru Nelung Jalin. (pic:ist)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tim dayung Kampung Bena Baru kembali menunjukkan dominasinya dalam Lomba Perahu yang digelar di Kampung Pegat Bukur, Selasa (8/7/2025). Torehan prestasi tuan rumah  berhasil menyabet juara pada dua kelas bergengsi, yakni kelas 10 orang dan 30 orang, sekaligus mempertahankan piala bergilir yang diraih tahun sebelumnya.

 

Keberhasilan ini tidak lepas dari latihan intensif dan komitmen kuat para atlet dayung. Pelatih sekaligus mentor tim Bena Baru, Larie, mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan dalam waktu singkat, yakni hanya dua minggu sebelum lomba berlangsung.

 

“Raihan prestasi tidaklah mudah, mengingat awalnya cukup sulit mengumpulkan teman-teman untuk latihan karena ada yang bekerja dan ada juga yang sekolah di kota. Tapi setelah ada komitmen bersama, tim bisa terbentuk dengan solid,” jelas Larie.

 

Ia menyebut, timnya fokus pada latihan jarak tempuh dengan metode yang dirancang, agar fisik dan stamina para pendayung bisa terjaga optimal selama perlombaan.

 

Sementara itu, Kepala Kampung Bena Baru, Nelung Jalin, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian warganya. Ia juga memberikan apresiasi kepada tuan rumah Kampung Pegat Bukur atas terselenggaranya lomba yang berlangsung meriah dan lancar.

 

“Kami sepakat bila momen lomba ini bukan hanya soal juara, tapi juga sarana mempererat hubungan antar kampung. Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dilanjutkan,” kata Nelung.

 

Menyoroti potensi besar dari budaya lomba perahu yang rutin digelar antar kampung di Kabupaten Berau, Nelung mengusulkan agar dibentuk sebuah asosiasi pendayung sebagai wadah pembinaan dan pengembangan olahraga dayung di tingkat daerah.

 

“Kalau ada asosiasi seperti PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) yang menaungi pendayung-pendayung lokal kita, ini bisa menjadi langkah awal untuk menjaring atlet berbakat dari kampung-kampung. Bahkan, Berau bisa ikut lomba tingkat provinsi atau nasional,” ungkapnya.

 

Nelung berharap ke depan, pemerintah daerah dapat mendukung terbentuknya organisasi resmi yang menaungi olahraga tradisional ini, sehingga semangat kebudayaan dan olahraga dapat berjalan beriringan dan membawa nama baik Kabupaten Berau di kancah lebih luas.

Lomba perahu kali ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih sangat hidup di tengah masyarakat, dan sekaligus menjadi momentum untuk melangkah ke arah pembinaan yang lebih profesional di bidang olahraga dayung. (sep/FN)