Sri Juniarsih Mas Sayangkan Potensi Terasi dan Kakao Berau Kurang Dimanfaatkan Secara Optimal

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Potensi komoditas unggulan daerah dimiliki Kabupaten Berau seperti terasi, kakao, dan hasil laut lainnya, sangat disayang ternyata potensi tersebut tidak tergarap maksimal yang justru dinikmati oleh pihak luar daerah Berau. Kondisi itu mendapat perhatian Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, kondisi itu terjadi sebagai bukti  lemahnya pengelolaan potensi yang dimiliki.

 

“Miris, terasi Berau dibeli oleh tengkulak dari provinsi lain, lalu diklaim sebagai produk mereka,” ungkap Bupati Sri Juniarsih Mas dalam pidatonya pada acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Berau, Jumat, (1/8/2025).

 

Kondisi ini tambah Bupati , sangat  ironis sekali  di mana terasi asli Berau diakui sebagai produk daerah lain karena dibeli oleh tengkulak dari luar. Ia menyebutkan bahwa di beberapa kampung seperti Pegat Betumbuk, komoditas terasi masih dijual mentah kepada pihak luar. Padahal, kualitas terasi Berau diakui sebagai salah satu yang terbaik.

 

Tak hanya terasi, potensi kakao Berau yang memiliki kualitas unggul setelah Papua pun belum dioptimalkan. Menurutnya, banyak masyarakat lebih tertarik menanam sawit karena dianggap lebih praktis dan menguntungkan, meski sawit menghambat pertumbuhan tanaman lain.

 

“Kakao Berau punya rasa khas, asam-manis karena unsur tanahnya. Ini bisa jadi unggulan jika dikelola koperasi,” jelasnya.

Bupati juga menyayangkan hasil laut seperti ikan asin dan ebi (udang kering) yang justru lebih dikenal sebagai produk dari provinsi lain. Ia berharap ke depan, Diskoperindag dan dinas terkait dapat memutus mata rantai dominasi tengkulak dan mengembangkan UMKM pengolah hasil laut serta komoditas lokal, agar nilai tambah ekonomi tetap berada di Kabupaten Berau. (sep/FN/Advertorial)