BRIDA Kukar Susun Renstra 2025-2030 dan Peta Jalan
Peneliti Ahli BRIDA Kukar, H. Agus Wardiansyah (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Peneliti Ahli BRIDA Kutai Kartanegara, Agus Wardiansyah,
mengungkapkan bahwa pihaknya terus memperkuat kerja sama riset dengan Badan
Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 2023.
Hal itu
disampaikannya dalam acara Workshop Teknik Presentasi Perpaduan Desain Visual
dan Komunikasi yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Rabu (13/08/2025).
Ia menjelaskan,
kolaborasi dengan BRIN menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan
kebijakan daerah di Kutai Kartanegara didukung oleh data dan hasil kajian
ilmiah yang valid.
Menurutnya, setiap
kebijakan yang diambil pemerintah daerah sebaiknya melalui proses riset
terlebih dahulu agar tepat sasaran.
Agus mengungkapkan
sebelum bertransformasi menjadi BRIDA, lembaga tersebut sebelumnya bernama
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda). Perubahan nama dan
tugas pokok fungsi ini mengikuti kebijakan nasional yang mengintegrasikan
fungsi riset dan inovasi di daerah.
“Kami juga bekerja
sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk Universitas Gadjah
Mada dan Universitas Mulawarman,” ungkap Agus dalam sambutannya.
Diakuinya kerja sama
tersebut tidak hanya terbatas pada perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan
pihak swasta dan lembaga penelitian lainnya.
Agus menyebut,
sinergi lintas sektor ini penting untuk memperluas jangkauan riset dan
memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan.
BRIDA Kukar menilai,
kolaborasi dengan berbagai pihak akan mempercepat proses penyusunan kebijakan
berbasis bukti evidence-based policy. Sehinga program pembangunan dapat
dirancang lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Tahun ini kami
dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta dan BRIM akan membentuk Rencana
Strategis (Renstra) BRIDA 2025–2030,
kita bentuk rencana induk BRIDA dan kemudian peta jalan untuk Kukar,”
jelasnya.
Untuk mendukung riset
tersebut, dikatakannya hal yang dilakukan mencakup berbagai bidang strategis,
mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga lingkungan hidup.
“Semua hasil
penelitian nantinya akan diolah menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang
disampaikan kepada pemerintah daerah,” terangnya.
Hal ini bertujuan agar setiap hasil penelitian dapat dipahami dengan baik dan menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Dengan riset yang
kuat, kami berharap kebijakan di Kutai Kartanegara dapat lebih tepat sasaran,
berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (Adv/Tan).