Ketua DPRD Kukar Dorong Peningkatan Kesejahteraan Bidan di Pelosok

img

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Peran bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara dinilai semakin strategis, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting.

 

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi para bidan, khususnya yang bertugas di wilayah terpencil.

 

Menurutnya, kontribusi bidan tidak sebatas membantu proses persalinan, tetapi juga menggerakkan layanan kesehatan preventif di tengah masyarakat.

 

“Bidan adalah tenaga kesehatan yang sangat sentral, terutama di Puskesmas yang tersebar di 32 Kecamatan. Mereka menjalankan banyak fungsi penting, bukan sekadar membantu proses persalinan,” ujar Ahmad Yani saat ditemui di gedung DPRD Kukar belum lama ini.

 

Ia menjelaskan, para bidan berperan langsung dalam program imunisasi, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, hingga deteksi dini risiko stunting.

 

Ketua DPRD Kukar tersebut juga menegaskan bahwa peran bidan membutuhkan dukungan optimal agar kualitas layanan tetap terjaga. Sebab itu ia menilai kesejahteraan bidan, menjadi perhatian krusial yang tidak boleh diabaikan.

 

“Kalau beban mereka besar, tapi fasilitas dan insentif terbatas, tentu memengaruhi kualitas layanan. Kita ingin mereka bisa fokus menjalankan tugas tanpa harus memikirkan soal logistik atau tunjangan,” ungkapnya.

 

DPRD Kukar berencana mengusulkan alokasi anggaran khusus dalam APBD 2026 untuk meningkatkan insentif, memperbaiki sarana kerja di puskesmas, dan menyediakan pelatihan lanjutan. Pelatihan tersebut meliputi penanganan komplikasi kehamilan hingga manajemen gizi ibu dan anak.

 

“Ini bukan semata soal teknis, tapi menyangkut masa depan generasi kita. Ketika ibu dan bayi sehat, maka bangsa ini juga akan kuat,” tegasnya.

 

Ahmad Yani  juga mendorong penyediaan fasilitas non-medis seperti rumah dinas bagi bidan di daerah terpencil dan layanan transportasi, terutama untuk mendukung tugas malam hari.

 

“Ketika mereka merasa dihargai dan dilengkapi fasilitas yang layak, tentu semangat melayani masyarakat juga semakin tinggi,” ucapnya.

 

Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Bidan Indonesia (IBI) Kukar yang konsisten mengadakan program pendampingan ibu hamil, penyuluhan kebersihan bayi, dan kampanye pencegahan stunting di desa-desa.

 

“Kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan harus diperkuat agar semua program bisa berjalan maksimal,” tuturnya.

 

Ahmad Yani juga mengajak semua pihak untuk memperhatikan peran vital para bidan.

“Pelayanan kesehatan bermula dari mereka. Jadi mari kita dukung para bidan agar Kukar semakin sehat, kuat, dan sejahtera,” pungkasnya. (Adv/Tan)