DPRD Kukar Dorong Pemerataan Dana Pembangunan Antar Kecamatan
Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, menegaskan
perlunya pemerataan alokasi anggaran pembangunan di seluruh Kecamatan.
Menurutnya, hingga
kini distribusi anggaran masih belum proporsional, dengan perbedaan yang cukup
mencolok antar wilayah.
“Kami berharap setiap
Kecamatan mendapatkan pagu anggaran minimal Rp20 miliar untuk pembangunan,”
ujar Idham saat ditemui belum lama ini.
Dirinya menilai
standar tersebut penting agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah
tertentu saja.
Idham mengungkapkan,
ada Kecamatan yang hanya mendapat alokasi sekitar Rp5 miliar, bahkan ada yang
hanya Rp3 miliar.
“Dengan jumlah
sebesar itu, tentu sulit untuk mendukung pembangunan yang maksimal,” katanya.
Lebih lanjut Ia
menilai standar pagu anggaran dapat menjadi tolok ukur perencanaan pembangunan.
Namun, Idham menegaskan bahwa alokasi yang lebih besar bagi Kecamatan tertentu
tetap dimungkinkan, apabila ada kebutuhan mendesak.
“Hal tersebut akan
disesuaikan dengan skala dan kebutuhan pembangunan di masing-masing wilayah,”
jelasnya.
Menurutnya juga
fleksibilitas ini penting untuk mengakomodasi kondisi lapangan yang
berbeda-beda.
Selain itu Idham
menyoroti pemerataan anggaran, Idham juga mengingatkan pentingnya kesinambungan
program. Ia tidak ingin proyek-proyek pembangunan berhenti di tengah jalan
seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Kami berharap
kontraktor yang mengerjakan proyek dapat menyelesaikan pekerjaan sampai
tuntas,” terangnya.
Idham juga komitmen
penyelesaian ini harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah
dan pihak pelaksana.
Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian Idham adalah pembangunan jembatan yang saat ini masih berlangsung. Dirinya beranggapan infrastruktur tersebut akan memberi dampak signifikan bagi mobilitas warga.
“Kami sangat berharap
jembatan yang sedang dibangun ini bisa segera selesai, sehingga masyarakat bisa
langsung merasakan manfaatnya,” tutup Idham. (Adv/Tan)