Nurhadi Saputra: Pembangunan Berkelanjutan Harus Perhatikan Generasi Mendatang
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Nurhadi Saputra, menekankan pentingnya keadilan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 dengan tema Kebijakan Lingkungan yang Berorientasi Kesinambungan dan Keadilan yang digelar di Lapangan RT 28, Kelurahan Manggar, pada Minggu (24/8/2025).
Dalam sambutannya, Nurhadi
menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya soal pertumbuhan
ekonomi, tetapi juga integrasi lintas sektor, lintas wilayah, bahkan lintas
generasi. “Setiap keputusan harus memperhatikan dampak bagi masyarakat,
lingkungan, dan ekonomi, termasuk efek jangka panjang yang akan dirasakan
generasi mendatang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti
pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses perumusan isu pembangunan
berkelanjutan. Menurutnya, konsultasi publik harus dilakukan secara inklusif
dengan menghadirkan masyarakat terdampak maupun pemangku kepentingan, sehingga
setiap suara dapat didengar dan dipertimbangkan secara setara.
“Keberhasilan pembangunan
berkelanjutan sangat ditentukan oleh keterlibatan semua pihak. Masyarakat harus
menjadi bagian aktif dalam pengambilan keputusan,” tambah Nurhadi.
Lebih lanjut, ia
menegaskan bahwa keadilan lingkungan merupakan syarat utama tercapainya
keseimbangan antara ekologi dan kesejahteraan sosial. Konsep ini menuntut
distribusi sumber daya alam yang adil, penilaian yang setara terhadap dampak
lingkungan, serta peningkatan kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan.
Nurhadi mengingatkan,
keadilan lingkungan bukan hanya untuk kepentingan generasi sekarang, tetapi
juga demi menjamin kualitas hidup generasi mendatang. Oleh karena itu,
pendekatan holistik dan inklusif yang menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan
ekologis harus menjadi prinsip utama dalam setiap langkah pembangunan.
Narasumber Dr.Bruce
Anzward menambahkan, bahwa keadilan lingkungan adalah konsep yang muncul dari
kesadaran akan dampak negatif
pembangunan terhadap
lingkungan dan masyarakat. Pentingnya keadilan lingkungan dalam konteks
pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada perspektif politik ekologi.
Memahami kompleksitas
hubungan antara manusia dan lingkungan merupakan prasyarat untuk mencapai
pembangunan yang berkelanjutan. Yang kedua Istilah "Pembangunan
Berkesinambungan (berkelanjutan)" dipopulerkan oleh the
World Commission on Environment and Development (WCED) dalam laporan berjudul Our Common Future pada tahun 1987,"jelasnya.
Tujuan dari the World
Commission adalah untuk menemukan cara praktis untuk menjawab problem
lingkungan dan pembangunan dunia. Terdapat beberapa pengertian pembangunan
berkelanjutan saat sekarang ini.
Terlepas dari varian
pengertian dan perdebatan yang ada, pembangunan berkelanjutan pada dasarnya
merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi şékarang tanpa harus
mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang,"pungkasnya.(mid)