Progres Pembangunan Jembatan Besi Capai 51%, Ditarget Selesai Desember
Kadis PU Kukar Wiyono bersama jajaran pimpinan DPRD Kukar. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Proyek pembangunan pengganti Jembatan Besi di Tenggarong kini menunjukkan
progres yang cukup signifikan. Hingga saat ini progres pembangunan sudah
mencapai 51%.
Hal tersebut
diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara, Wiyono, saat
mendampingi peninjauan pembangunan jembatan bersama Ketua DPRD bersama Komisi
III DPRD Kukar.
“Kami berterima kasih
kepada Ketua DPRD bersama Komisi III yang sudah melakukan pengawasan langsung
ke Dinas PU. Alhamdulillah, progres penggantian Jembatan Besi saat ini sudah 51
persen, dan masih on the track sesuai kontrak,” ungkap Wiyono saat diwawancarai awak media.
Dirinya mengungkapkan
selain jembatan, pembangunan turap di kawasan Sungai Mahakam juga telah
mencapai 60%, begitu pula dengan progres pembangunan pasar yang berada dalam
satu kawasan.
Wiyono menegaskan,
semua pekerjaan ini harus rampung sesuai kontrak pada Desember mendatang.
“Yang menangani
jembatan adalah Bidang Bina Marga, sementara untuk turap ada di SDA. Posisi
pekerjaannya sesuai jadwal, target Desember selesai,” jelasnya.
Menurutnya, konsep
pembangunan kawasan tersebut tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga
ditata menjadi taman yang mendukung akses masyarakat sekaligus menambah daya
tarik kota wisata Tenggarong.
“Arahan dari Ketua
DPRD, kota kita harus punya wajah yang baik, bersih, dan representatif.
Harapannya bisa menyaingi kawasan Teras Samarinda. Jadi, selain fungsi lalu
lintas, kawasan ini akan kita desain sebagai ruang terbuka yang menunjang
wisata heritage di Taman Tanjung,” terang Wiyono.
Ia juga yakin
keberadaan jembatan baru, turap, dan taman akan memberikan manfaat besar bagi
masyarakat. Apalagi pelebaran Jalan Kartanegara sudah selesai, sehingga kawasan
tersebut semakin optimal.
“Setelah jembatan
baru berfungsi, maka Jembatan Bongkok bisa ditutup sehingga arus kendaraan akan
lebih lancar. Mobil dan kendaraan berat akan diarahkan lewat jembatan baru ini,
sementara Jembatan Besi lama ditutup untuk kendaraan karena sudah keropos. Hanya
pejalan kaki dan pesepeda yang bisa lewat,” tuturnya.
Kadis PU Kukar ini
pun berharap dengan rampungnya proyek nantinya, kawasan Tenggarong akan
memiliki akses jalan yang lebih memadai, ruang publik yang representatif,
sekaligus menjadi ikon baru yang mendukung sektor pariwisata. (Adv/Tan)