Desa Jonggon Jaya Fokus Kembangkan Pertanian, Infrastruktur, dan Industri Berbasis Hasil Bumi
Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu,
Kabupaten Kukar terus mempertegas arah pembangunan desa.
Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor pertanian, infrastruktur, serta
pengembangan industri berbasis hasil bumi.
Kepala Desa Jonggon
Jaya, Muhammad Kholil, mengatakan pembangunan desa tidak hanya berorientasi
pada infrastruktur dasar, melainkan juga peningkatan produktivitas masyarakat.
Salah satunya dengan membuka akses menuju lahan pertanian melalui pembangunan badan
jalan.
“Sekarang sawah-sawah
warga lebih mudah dijangkau. Desa juga tengah mengembangkan pabrik kopi dan
budidaya buah,” ujar Kholil belum lama ini.
Ia mengungkapkan
masyarakat berharap pemerintah bisa membantu penyediaan bibit buah. Hal ini
dinilai selain memberi nilai ekonomi, penghijauan berbasis produksi juga
menciptakan ekologi desa yang kondusif.
“Tanaman prioritas
yang dikembangkan desa meliputi durian dan keranggang. Sementara dari sisi
infrastruktur, masih ada sekitar 150 meter jalan kabupaten dan 300 meter jalan
poros yang belum rampung,” jelasnya.
Meski demikian
diakuinya sejumlah ruas juga mengalami kerusakan akibat longsor karena kondisi
tanah yang labil. Pada 2024 lalu, longsor sempat merusak beberapa titik jalan.
Meski sebagian konstruksi tetap bertahan, titik rawan seperti di Margahayu dan
Jonggon masih menjadi perhatian.
Dirinya bersyukur
dari pihak Pemkab Kukar bersama DPRD merespons cepat dengan melakukan
perbaikan, termasuk di dua titik Jonggon Jaya yang mendapat perhatian langsung
dari Bupati.
“Secara umum, hampir
seluruh jalan lingkungan di tiap RT sudah dicor. Dampaknya langsung dirasakan
masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,”
tambahnya.
Dari sektor
pertanian, desa masih memiliki 50 hektare sawah yang belum tergarap dari total
500 hektare. Pemerintah desa mendorong warga menanam komoditas unggulan seperti
jahe, kopi, dan buah-buahan.
Dukungan pemerintah daerah melalui penyediaan pabrik pengolahan dan peralatan modern diharapkan bisa meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang industri baru.
“Langkah ini
strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta menjadikan desa lebih
mandiri dan berdaya saing,” pungkas Kholil. (Adv/Tan)