UMKM Jadi Fokus Penggerak Ekonomi Sangasanga, Pemerintah Intensifkan Pelatihan dan Bantuan Peralatan
(Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai
Kartanegara (Kukar), terus mengoptimalkan peran Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) sebagai motor utama perekonomian lokal.
Dengan jumlah sekitar 500
unit usaha yang tersebar di berbagai bidang, UMKM dipandang mampu menjadi
solusi nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan
kemandirian ekonomi masyarakat.
Camat Sangasanga, Muhammad
Dachriansyah, menegaskan bahwa sektor UMKM saat ini menjadi prioritas pengembangan
wilayah. Produk-produk khas Sangasanga seperti gula gait, amplang, dan beragam
camilan lokal dinilai memiliki potensi pasar luas, tidak hanya untuk konsumsi
masyarakat setempat tetapi juga untuk menembus pasar luar daerah.
Menurut Dachriansyah, pemerintah
kecamatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar
secara konsisten memberikan pendampingan. Bentuknya berupa pelatihan teknik
produksi higienis, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan
modern.
“Tujuan kami agar UMKM bisa naik kelas,
bersaing di pasar modern, dan memperluas jaringan pemasarannya,” ujarnya saat
diwawancarai awak media Rabu (17/09/2025).
Selain pelatihan, bantuan
peralatan usaha juga terus digulirkan. Pemerintah menyalurkan mesin jahit untuk
kelompok usaha konveksi, freezer untuk pedagang ikan dan daging, serta alat
tangkap bagi nelayan kecil. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya
produksi, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus menambah pendapatan pelaku
usaha.
Tidak berhenti di sana,
kecamatan juga mendorong aspek legalitas dan mutu produk. Para pelaku UMKM
difasilitasi untuk mengurus perizinan dan diarahkan memenuhi standar Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Upaya ini menjadi langkah penting agar produk
lokal bisa masuk ke pasar ritel modern maupun platform e-commerce nasional.
Program pemberdayaan ini
juga menyasar generasi muda. Pemerintah membuka peluang wirausaha baru dengan
pelatihan berbasis teknologi, termasuk pemasaran digital dan transaksi daring.
“Kami ingin anak muda
tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga terdorong menjadi
pengusaha,” kata Dachriansyah.
Ia menambahkan,
pengembangan UMKM tidak hanya soal peningkatan ekonomi, tetapi juga bagian dari
strategi membangun kemandirian masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan bantuan
berkelanjutan, UMKM Sangasanga diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan
berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Dachriansyah juga
menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar UMKM semakin berkembang.
Dukungan pemerintah akan terus diberikan, mulai dari akses pasar, fasilitasi
promosi, hingga penguatan jaringan usaha. Ia menilai UMKM harus jadi penopang
utama ekonomi Sangasanga, sekaligus contoh sukses pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, UMKM di
Sangasanga tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi motor penggerak
ekonomi lokal. Dengan begitu masyarakat bisa lebih sejahtera dan perekonomian
kecamatan semakin maju,” pungkas Dachriansyah. (Adv/Tan)