PDIP dan Golkar Soroti RPJMD Kukar 2025-2029, Tekankan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan
Rapat Paripurna DPRD Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Rapat Paripurna DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa (23/9/2025) menjadi momentum penting bagi fraksi-fraksi partai politik untuk menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dua partai besar, PDI Perjuangan dan Golkar, tampil dengan sejumlah catatan strategis yang menyoroti aspek pembangunan daerah ke depan.
Akbar Haka, mewakili
Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan apresiasi terhadap dokumen RPJMD yang
dianggap telah selaras dengan arah pembangunan nasional dan provinsi.
Menurutnya, visi pembangunan Kukar harus diarahkan tidak hanya pada sektor
pertanian dan sumber daya alam, melainkan juga pada pengembangan pariwisata dan
industri ramah lingkungan.
“Visi ini harus menjadikan
Kutai Kartanegara sebagai daerah yang maju, sehat, dan berkelanjutan. Dengan
begitu, kesejahteraan masyarakat dapat tercapai sekaligus menjaga kelestarian
alam,” ujarnya dalam rapat pleno tersebut.
Fraksi PDIP juga menyoroti
pentingnya peningkatan partisipasi publik dalam setiap tahapan pembangunan.
Akbar menilai, keterlibatan masyarakat akan memberikan kontribusi signifikan
terhadap substansi RPJMD, sehingga kebijakan yang disusun benar-benar sesuai
kebutuhan lapangan.
Selain itu, PDIP
menekankan perlunya mekanisme pengawasan yang jelas serta evaluasi berkala atas
program-program pembangunan. Hal ini, kata Akbar, untuk memastikan
target-target yang sudah ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.
Di sisi lain, Mohammad
Jamhari dari Fraksi Golkar lebih banyak menyoroti aspek lingkungan hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut bahwa persoalan sampah masih menjadi
pekerjaan rumah besar bagi Kukar, meskipun data menunjukkan tren perbaikan.
“Pada tahun 2024, timbunan
sampah mencapai lebih dari 1 juta ton dengan tingkat penanganan baru sekitar
57,94 persen. Angka ini menandakan perlunya langkah lebih serius agar
pengelolaan sampah bisa lebih efisien dan ramah lingkungan,” terang Jamhari.
Fraksi Golkar juga
menyoroti capaian positif pada sektor sanitasi. Dari data yang ada, akses
sanitasi layak meningkat dari 68,37 persen pada 2020 menjadi 89,10 persen pada
2024. Namun demikian, menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan
keberlanjutan layanan tersebut agar merata di seluruh wilayah Kukar.
Selain itu, Jamhari
menyinggung soal bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2029. Ia
menilai pemerintah daerah harus segera menyiapkan langkah strategis berupa
peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, agar potensi
demografi tidak justru berubah menjadi beban.
Baik PDIP maupun Golkar sama-sama menegaskan komitmen untuk
mendukung pembahasan RPJMD 2025-2029. Keduanya berharap dokumen perencanaan ini
tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman pembangunan
yang menyejahterakan masyarakat Kutai Kartanegara secara merata.(adv)