DLHK Kukar Dorong Kreativitas Olah Sampah, dari Minyak Jelantah jadi Souvenir
( Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Sampah tak selalu berarti kotor dan tak berguna. Jika
dikelola dengan inovasi, limbah justru bisa menjadi sumber daya bernilai
ekonomi sekaligus memacu kreativitas masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan
Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menegaskan bahwa pengelolaan sampah
tidak berhenti pada pemilahan atau pengurangan volume di Tempat Pembuangan
Akhir (TPA). Lebih dari itu, sampah bisa diolah menjadi produk kreatif yang
memiliki nilai jual.
“Salah satu contohnya
adalah lilin dari minyak jelantah. Produk ini sudah banyak dimanfaatkan sebagai
souvenir pernikahan maupun acara seremonial lainnya,” jelas Irawan saat
diwawancarai Jumat (26/09/2025).
Menurutnya hal ini menjadi
bukti bahwa sampah bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Ia mengaku
DLHK Kukar berencana akan menampilkan berbagai produk inovasi pengolahan sampah
dalam kegiatan bersama PKK dan Dharma Wanita pada 30 September mendatang.
Kegiatan ini diharapkan
tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga inspirasi agar masyarakat semakin
termotivasi ikut mengelola sampah secara bijak dan berorientasi ekonomi
sirkular.
Meski demikian, Irawan
mengakui pengembangan bank sampah di tingkat RT, desa, hingga kelurahan masih
menghadapi banyak tantangan.
Keterbatasan sarana,
rendahnya kesadaran, hingga pola pikir masyarakat yang masih menganggap sampah
sebagai beban menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diatasi.
“Tidak mungkin tanpa
hambatan, tapi ini harus dijawab dengan upaya berkelanjutan, pendampingan, dan
mengubah pola pikir masyarakat,” tegasnya.
Dirinya menilai jika
edukasi dan pendampingan dilakukan secara konsisten, bank sampah bisa
berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi warga.
Selain itu langkah
tersebut juga sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, dan gerakan ini juga
membuka peluang usaha baru.
“Kalau mindset sudah
berubah, sampah bukan lagi beban, tapi peluang ekonomi,” pungkasnya. (Adv/Tan)