FKP Sebulu Jadi Motor Kebangkitan UMKM, Kolaborasi Pemerintah dan Warga Hidupkan Ekonomi Lokal

img

(Camat Sebulu, Edy Fahruddin/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kecamatan Sebulu kini muncul sebagai salah satu titik kebangkitan ekonomi rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di balik geliat usaha warga, ada kekuatan besar dari Forum Kemitraan Pemerintah (FKP) yang digerakkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, menyebut sinergi ini menjadi model baru pemberdayaan ekonomi pasca-pandemi.

“Alhamdulillah, dengan terbentuknya FKP, UMKM di Kecamatan kami mulai bangkit,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Dampak nyata kolaborasi tersebut terlihat dalam gelaran Open Race Ketinting Jilid 2 di Desa Segihan. Selama dua hari pelaksanaan, bukan hanya adrenalin peserta yang terpacu, tapi juga perputaran ekonomi warga meningkat pesat.

Edy menyebut, perputaran uang dari aktivitas UMKM selama acara mencapai sekitar Rp3 juta per hari, menandakan kuatnya efek domino kegiatan terhadap perekonomian lokal.

Beragam produk unggulan seperti gula aren, makanan khas daerah, hingga kerajinan kayu ulin laris diserbu pengunjung.

“Event seperti ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang hidup bagi UMKM kami untuk unjuk karya dan membangun jaringan baru,” tutur Edy.

Meski geliat positif terus tumbuh, tantangan klasik masih membayangi, terutama soal akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas SDM.

Banyak pelaku usaha belum sepenuhnya memahami kemudahan program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Idaman yang sebenarnya bisa diakses tanpa agunan.

“Masih banyak yang ragu karena mengira butuh SKTM atau jaminan. Padahal tidak. Karena itu kami terus dorong mereka agar berani memanfaatkan program pembiayaan resmi,” tegasnya.

Edy juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir terhadap pelatihan kewirausahaan.

Menurutnya, sebagian peserta masih menganggap pelatihan sebatas formalitas, padahal pengetahuan yang diperoleh bisa menjadi modal penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk.

“Kami akan terus evaluasi dan motivasi agar pelatihan tidak hanya formalitas, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Bagi Edy, keberhasilan Sebulu bukan sekadar dari jumlah UMKM yang tumbuh, melainkan dari kemampuan komunitas lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Menurutnya FKP telah membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Kukar, Dispora, dan berbagai pihak, Kecamatan Sebulu optimistis menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

“Kami ingin Sebulu menjadi contoh bahwa gotong royong ekonomi bisa dimulai dari tingkat kecamatan,” pungkasnya. (Adv/Tan)