Disdikbud Kukar Sosialisasikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Jenjang SD
Kegiatan sosialisasi bantuan seragam sekolah
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Bantuan seragam sekolah untuk pelajar di Kutai
Kartanegara disosialisasikan kepada sekolah sekolah. Jumat, (10/10/2025), Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegaa melakukan sosialisasi
bantuan seragam sekolah pada jenjang sekolah dasar.
Kegiatan sosialisasi
dilakukan di ruang serbaguna Disdikbud Kukar, yang dihadiri Plt Sekretaris
Disdikbud Kukar, Pujianto.
Dalam kesempatan itu Pujianto,
menjelaskan bahwa dana bantuan telah ditransfer ke rekening sekolah sejak
program diluncurkan. “Jadi seragam ini sebenarnya bukan dalam bentuk uang yang
diberikan kepada peserta didik, tapi bantuan seragam dengan nilai sesuai
jenjangnya. Untuk PAUD Rp1,2 juta, SD Rp1,5 juta, dan SMP Rp1,8 juta,” katanya.
Katanya, seragam yang
diprioritaskan adalah pakaian nasional, seragam pramuka, dan batik khas
sekolah. Jika anggaran masih tersisa, sekolah dapat membelanjakannya untuk
kebutuhan lain seperti sepatu, tas, alat tulis, buku tulis, hingga buku bacaan.
“Yang membelanjakan adalah sekolah, bukan orang tua atau siswa. Jadi jangan
salah tafsir bahwa bantuannya dalam bentuk uang,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya,
sekolah diminta berkoordinasi dengan komite maupun orang tua siswa agar
penggunaan anggaran transparan. Seluruh pembelanjaan wajib
dipertanggungjawabkan melalui laporan ke Disdikbud. Dana ini disalurkan melalui
skema BOS Kabupaten dengan mekanisme Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang
diverifikasi oleh tim pengelola dana BOSCAP di tingkat kabupaten.
“Setelah belanja, sekolah
harus melaporkan bukti penggunaan dana kepada dinas dalam bentuk SPC. Tim
pengelola BOSCAP juga akan melakukan monitoring langsung ke lapangan untuk
memastikan pelaksanaan sesuai aturan dan meminimalisir penyalahgunaan,” tambah
Pujianto.
Ia juga menegaskan, bahwa
bantuan untuk sekolah negeri lebih dulu direalisasikan karena sudah masuk dalam
APBD murni. Sementara untuk sekolah swasta, pencairan menunggu proses anggaran
perubahan (APBD-P). Meski berbeda jadwal, nilai dan peruntukan bantuannya tetap
sama.
Pujianto berharap kepala
sekolah di semua jenjang, baik negeri maupun swasta, termasuk PAUD dan
kesetaraan, dapat menjaga amanah program ini. Tujuan kita bersama dengan Pak
Bupati adalah meringankan beban masyarakat. Kami minta kepala sekolah mengawal
dengan baik, manfaatkan anggaran sebaik-baiknya, dan jangan sampai terjadi hal
di luar aturan.(adv)