Bappeda Kukar Rencanakan Pembangunan Rumah Bagi Warga Terdampak Bencana
Jabatan Fungsional Ahli Muda Perencanaan Bappeda Kukar Endy Hasary
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
terus memperkuat arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada masyarakat
terdampak bencana.
Salah satu fokus utamanya adalah perencanaan
pembangunan rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana
alam, seperti banjir, tanah longsor, dan lainnya.
Jabatan Fungsional Ahli Muda Perencanaan
Bappeda Kukar Endy Hasary menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya
pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi
masyarakat pascabencana.
Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan dasar
yang harus segera dipenuhi agar warga terdampak bisa kembali hidup dengan
layak.
“Pembangunan rumah bagi korban bencana ini
kami rencanakan secara terintegrasi dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi
daerah terdampak. Tujuannya bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi juga
membangun kembali kehidupan masyarakat,” Jelas Endy Hasary pada
Poskotakaltimnews, di Tenggarong, belum lama ini.
Ia menyebutkan, dalam proses perencanaan,
Bappeda Kukar akan berkoordinasi dengan beberapa perangkat daerah terkait
seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD Kukar, serta
Dinas Sosial. Kolaborasi ini penting agar data penerima manfaat dapat
diverifikasi dengan akurat, serta lokasi pembangunan disesuaikan dengan kondisi
aman dan bebas risiko bencana berulang.
Selain itu,
pendekatan yang digunakan tidak hanya fisik tetapi juga sosial.
Pemerintah akan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan
rumah, termasuk dalam perencanaan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan
kearifan lingkungan.
Sehingga hasil pembangunan bisa lebih
berkelanjutan dan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi di kalangan warga.
“Dalam setiap tahapan, kami berupaya
mengedepankan prinsip partisipatif dan keberlanjutan. Pembangunan pascabencana
bukan hanya soal bangunan berdiri, tapi juga bagaimana masyarakat bisa pulih
secara sosial, ekonomi, dan psikologis,” tambahnya.
Endy juga menekankan bahwa Bappeda Kukar
tengah mengkaji sumber pembiayaan yang dapat digunakan, baik dari APBD maupun
potensi dukungan pemerintah provinsi dan pusat.
Bahkan, pihaknya juga membuka peluang kerja
sama dengan pihak swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
untuk mempercepat realisasi pembangunan.
“Harapannya, tahun depan sudah ada rancangan
konkret yang bisa dijalankan bersama dinas teknis. Kami ingin memastikan warga
terdampak mendapatkan hunian yang aman, sehat, dan layak,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, Bappeda Kukar berkomitmen untuk tidak hanya menanggulangi dampak bencana secara reaktif, tetapi juga membangun sistem ketahanan wilayah yang lebih tangguh ke depan. Melalui perencanaan yang matang dan kolaboratif, pemerintah daerah berharap setiap warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas dan membangun kehidupan baru dengan penuh optimisme. (Adv/riz)