Kreativitas jadi Arah Baru Ekonomi Kukar, Pemkab Luncurkan Program Stimulus Komunitas Kreatif
(Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Di tengah upaya lepas dari ketergantungan pada sektor
tambang, sekelompok anak muda di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyalurkan
ide-ide segar lewat karya dan inovasi lokal. Melihat semangat itu, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Kukar kini menyiapkan langkah nyata lewat Program Stimulus
Komunitas Kreatif, sebagai dorongan bagi tumbuhnya ekonomi berbasis potensi
masyarakat.
Program ini menjadi salah
satu dari 17 Program Dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar, yang menempatkan
sektor ekonomi kreatif sebagai fondasi utama pembangunan non-ekstraktif dan
berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas
Pariwisata Kukar, Arianto, mengatakan program ini akan memberikan bantuan
stimulan sebesar Rp100 juta bagi komunitas kreatif di setiap kecamatan yang
lolos proses verifikasi.
“Program ini dirancang
agar komunitas kreatif di setiap kecamatan dapat tumbuh mandiri. Pemerintah
tidak hanya memfasilitasi event, tapi juga memberikan dukungan dana agar
ide-ide kreatif masyarakat bisa benar-benar diwujudkan,” ujarnya, Rabu
(12/11/2025).
Ia menjelaskan, stimulus
ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk kolaborasi antara
pemerintah dan pelaku kreatif dalam memperkuat ekonomi nontambang berbasis
budaya lokal. Melalui karya dan kegiatan kreatif, masyarakat diharapkan dapat
menggerakkan perekonomian secara berkelanjutan.
Selain memberikan
stimulus, Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah pendukung melalui revitalisasi
ruang publik seperti Taman Kota Raja, Simpang Odah Etam, dan Taman Tanjong.
Ketiganya akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata dan UMKM.
“Ruang publik yang aktif
akan menjadi wadah bertemunya pelaku kreatif, UMKM, dan masyarakat. Harapannya,
kegiatan ekonomi dan wisata bisa berjalan berdampingan,” jelas Arianto.
Dinas Pariwisata juga
berencana menghidupkan kembali Pujasera di bawah Jembatan Kartanegara serta
Gedung Ekraf sebagai pusat pertunjukan seni dan aktivitas kreatif masyarakat.
Arianto menambahkan,
pengembangan kawasan wisata Tenggarong dan Pulau Kumala turut diusulkan untuk
memperkuat posisi pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru daerah. Peningkatan
akses seperti pembangunan jalur Bontang–Kukar juga diharapkan membuka peluang
lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Ketika akses, ruang
publik, dan kreativitas masyarakat berjalan beriringan, ekonomi lokal akan
tumbuh dari bawah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga,”
tandasnya. (Adv/Tan)