Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan, Bappeda Kukar Pastikan APBD 2026 Tepat Sasaran dan Efekti
Kabid Ekonomi dan SDA, Bagus Eko Sampurno
(Riz/Poskotakaltim)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) tengah menyusun rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Penyusunan ini menjadi
bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah agar program prioritas
pemerintah dapat terlaksana secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Plt Kepala Bappeda Kukar
Sy. Vanesa Vilna melalui Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kukar
mengatakan, proses penyusunan rancangan APBD 2026 dilakukan dengan
memperhatikan arah kebijakan pembangunan daerah, serta proyeksi kondisi ekonomi
Kukar pada tahun mendatang.
“Kami mulai melakukan
sinkronisasi antara rencana kerja perangkat daerah dan target pembangunan yang
sudah ditetapkan dalam dokumen perencanaan daerah,” kata Bagus Eko Sampurno, di
ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025).
Dalam hal ini, bidang
ekonomi dan SDA berperan strategis dalam memastikan alokasi anggaran tahun 2026
dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama diarahkan pada
penguatan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta pengelolaan sumber
daya alam yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Anggaran harus
benar-benar berpihak pada sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan
kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Prinsipnya, setiap rupiah yang
dialokasikan harus memberikan manfaat nyata kepada masyaraka," tegasnya.
Ia menambahkan, dalam
penyusunan rancangan APBD ini, Bappeda juga memperhatikan tren ekonomi global
dan nasional, termasuk potensi dampak fluktuasi harga komoditas yang dapat
memengaruhi pendapatan daerah. Sehingga kebijakan fiskal daerah diarahkan untuk
tetap menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi Kukar.
Selain fokus pada
pertumbuhan ekonomi, pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan
dengan aspek lingkungan.
Menurutnya, pembangunan
yang dilakukan tidak boleh mengabaikan kelestarian sumber daya alam, mengingat
Kukar memiliki potensi besar di sektor pertambangan dan kehutanan.
“Kami dorong agar anggaran
diarahkan pada program yang mendorong pengelolaan SDA secara berkelanjutan dan
ramah lingkungan,” ujarnya.
Bappeda Kukar juga tengah
melakukan koordinasi intensif dengan perangkat daerah lain agar setiap program
yang diusulkan selaras dan tidak tumpang tindih.
Melalui forum konsultasi
dan evaluasi, Bappeda memastikan prioritas anggaran ditetapkan berdasarkan
kebutuhan riil dan hasil capaian pembangunan tahun sebelumnya.
“Kami ingin rancangan APBD
2026 benar-benar terukur dan efektif. Karena itu, setiap program yang diusulkan
harus memiliki indikator kinerja yang jelas, baik dalam aspek ekonomi maupun
sosial,” jelasnya.
Ia berharap proses
penyusunan APBD 2026 dapat berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga
pelaksanaan program pembangunan tahun depan tidak mengalami keterlambatan.
“Dengan perencanaan yang matang dan berbasis data, kami optimistis APBD 2026 akan mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah secara lebih optimal,” pungkasnya. (Adv/riz)