Bappeda Kukar Lakukan Kajian Zona Timur untuk Pusat Industri Hijau dan Ekonomi
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melakukan kajian mendalam terhadap pengembangan zona timur.
Kajian tersebut dalam rangka mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebagai pusat industri hijau dan superhub ekonomi.
Kajian ini menjadi langkah awal, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan wilayah sekaligus mendukung arah transformasi ekonomi Kukar ke depan.
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno mengatakan, kajian ini fokus pada pemetaan potensi wilayah, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta peluang investasi yang dapat dikembangkan di kawasan timur Kukar.
“Zona timur memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah industri dan pelabuhan, sehingga sangat potensial menjadi kawasan penggerak ekonomi baru,” kata Bagus Eko Sampurno pada Poskotakaltimnews, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, tema besar yang diusung untuk zona timur adalah industri hijau dan superhub ekonomi. Artinya pengembangan kawasan industri di wilayah ini, akan diarahkan pada prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri di zona timur tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kajian tersebut mencakup analisis sektor-sektor unggulan yang dapat dikembangkan, seperti industri pengolahan berbasis sumber daya alam, energi terbarukan, serta kegiatan logistik dan perdagangan.
“Dengan posisi geografisnya, zona timur berpotensi menjadi pusat konektivitas antara kawasan industri di Kukar dengan wilayah lain di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Selain itu, Bappeda juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses kajian, termasuk perangkat daerah teknis, akademisi, dan pelaku usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap potensi dan tantangan pembangunan di wilayah tersebut.
“Kami tidak ingin kajian ini hanya bersifat teoritis. Kami ingin mendapatkan masukan nyata dari berbagai pihak agar arah pengembangan zona timur benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat,” tegas Bagus.
Ia menambahkan, arah pengembangan industri hijau juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mendukung agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
“Kukar ingin menjadi bagian dari daerah yang mampu beradaptasi terhadap perubahan global, dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab,” ucapnya.
Dirinya berharap, kajian zona timur ini dapat selesai tepat waktu, sehingga hasilnya bisa segera dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan wilayah ke depan.
“Zona timur akan menjadi motor
pertumbuhan ekonomi baru bagi Kukar. Karena itu, kami ingin memastikan
perencanaannya matang dan memiliki arah pembangunan yang jelas,” pungkasnya.
(Adv/riz)