Pemkab Kukar Berencana Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong percepatan pembangunan kawasan strategis yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Salah satu langkah yang
kini tengah dimatangkan adalah rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Plt Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna Vilna melalui
Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno mengatakan,
KEK dirancang untuk mempercepat investasi, menguatkan sektor industri, serta
menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.
Penyusunan konsep KEK
menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan daerah.
Menurutnya, KEK harus
menjadi kawasan terintegrasi yang mampu memadukan potensi industri, logistik,
dan pengolahan sumber daya lokal.
“KEK ini bukan hanya
kawasan industri, tetapi pusat ekonomi baru yang dirancang terhubung dengan
jaringan transportasi dan potensi unggulan Kukar,” sebut Bagus Eko Sampurno, di
Tenggarong, belum lama ini.
Ia menuturkan, saat ini
Bappeda Kukar tengah melakukan kajian mendalam untuk menentukan lokus yang
paling potensial.
Sejumlah faktor seperti
kesiapan lahan, aksesibilitas, infrastruktur dasar, serta kesesuaian tata ruang
terus dianalisis.
“Kita ingin kawasan yang
dipilih benar-benar layak secara teknis dan ekonomis. KEK harus punya nilai
strategis agar dapat menarik investor sejak awal,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa
pemerintah daerah akan mendorong KEK dengan konsep ekonomi hijau dan
berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kukar yang ingin
mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.
Sektor prioritas di KEK
nantinya diarahkan pada industri pengolahan, energi terbarukan, logistik,
hingga pusat inovasi berbasis teknologi.
“Kami ingin KEK menjadi
wajah baru ekonomi Kukar lebih modern, berkelanjutan, dan kompetitif,” jelas
Bagus.
Selain aspek perencanaan
fisik, Bappeda Kukar juga menyiapkan perangkat regulasi dan insentif wilayah
untuk mendukung percepatan KEK.
Hal ini penting agar
pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan Kukar secara komprehensif.
Koordinasi lintas OPD dan konsultasi dengan kementerian terkait akan menjadi
tahapan berikutnya setelah kajian diselesaikan.
Ia menegaskan, keberadaan
KEK di Kukar diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang signifikan. Mulai dari
penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan investasi, hingga mendorong UMKM
lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri.
“KEK bukan hanya proyek
fisik, tapi ekosistem ekonomi yang akan membuka peluang seluas-luasnya bagi
masyarakat,” tambahnya.
Ia memastikan bahwa proses
perencanaan KEK akan dilakukan secara hati-hati, termasuk memperhatikan aspek
lingkungan dan sosial.
Pemerintah daerah
berkomitmen agar pembangunan KEK tidak menimbulkan konflik lahan maupun dampak
negatif terhadap masyarakat sekitar.
“Pendekatan keberlanjutan menjadi syarat
mutlak. Kita tidak ingin hanya mengejar investasi, tetapi juga menjaga
keseimbangan lingkungan,” ujarnya.
Saat ini, Bappeda Kukar
terus mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari
akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah desa yang mungkin terdampak. Proses
konsultasi publik menjadi bagian penting agar keberadaan KEK mendapat dukungan
penuh dari masyarakat.
“Keterlibatan publik dalam
tahap perencanaan akan memperkuat legitimasi dan mempercepat pelaksanaan,”
tutur Bagus.
Dengan langkah-langkah
tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar berharap rencana pembangunan KEK dapat
segera difinalisasi dan diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat. Ia
meyakini KEK akan menjadi motor baru penggerak ekonomi Kukar dalam dua dekade
mendatang.
“Ini adalah investasi masa depan Kukar. Jika KEK terwujud,
maka struktur ekonomi kita akan jauh lebih kuat dan adaptif terhadap
perubahan,” pungkasnya. (Adv/riz)