Disketapang Kukar Bakal Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan Disketapang beberapa waktu lalu.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara kembali akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Analis Ketahanan Pangan
Disketapang Kukar, Sudiro, mengatakan pelaksanaan GPM masih berpeluang digelar
sekali lagi menjelang Natal dan Tahun Baru, karena periode tersebut biasanya
terjadi kenaikan harga pangan. Namun keputusan final menunggu kepastian
anggaran.
“Kami ingin masyarakat
tetap terbantu, tetapi di sisi lain anggaran daerah jelang akhir tahun juga
harus diperhitungkan,” ujarnya.
Sudiro menegaskan bahwa
GPM memang dirancang sebagai penyeimbang harga, agar masyarakat tidak terbebani
jika harga kebutuhan pokok naik terlalu tajam. “GPM itu bukan untuk
dilaksanakan terus-menerus. Kalau harga pangan stabil dan di bawah HET, maka
GPM belum diperlukan. Kami juga harus menjaga agar pedagang lokal tidak
dirugikan,” katanya.
Pelaku usaha yang terlibat
dalam GPM meliputi kelompok tani, pedagang, UMKM, BUMDes, hingga Perusda.
Kehadiran mereka turut membantu menyediakan berbagai pilihan pangan bagi
masyarakat. Di kecamatan, keterlibatan pelaku usaha masih terbatas, namun
Disketapang berkomitmen untuk memperluas keberagaman produk agar warga dapat
lebih leluasa memilih kebutuhan mereka.
Program Gerakan Pangan
Murah (GPM) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai
Kartanegara terus mendapatkan perhatian dan antusias masyarakat. Sepanjang
tahun 2025, GPM menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan warga
memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama saat harga pangan
berpotensi naik.
Sudiro, mengatakan bahwa
GPM telah digelar di berbagai titik yang mudah dijangkau masyarakat, seperti
Creative Park, halaman Kantor Bupati, hingga beberapa kecamatan.
“Kami memilih
lokasi-lokasi yang dekat dengan masyarakat agar mereka mudah mendapatkan
komoditas pangan murah,” jelasnya Selasa (25/11/2025).
Menurut Sudiro, setidaknya
sudah ada tujuh pelaksanaan GPM di pusat kota serta lima kali di kecamatan,
yaitu Kembang Janggut, Kota Bangun, Muara Jawa, Marangkayu, dan Sebulu.
Antusias warga cukup tinggi di setiap lokasi, terutama pada komoditas yang
harganya sering melonjak seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang merah.(ADV)