Cashless Dinilai Lebih Mudah dan Efektif, Bapenda Kukar Edukasi Masyarakat Gunakan QRIS

img

Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo. (pic: Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran cashless semakin melekat dalam keseharian masyarakat. Tak hanya digemari kalangan muda, teknologi ini juga mulai banyak digunakan oleh orang dewasa karena dinilai praktis dan efisien.

 

Melihat minat masyarakat yang termudahkah menggunakan QRIS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai (cashless) ini. Langkah ini dinilai lebih mudah, efektif, serta sejalan dengan percepatan digitalisasi layanan publik.

 

Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo mengatakan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kukar, khususnya dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital berbasis QRIS.

 

“Cashless dinilai lebih mudah dan efektif. Dari berbagai kanal pembayaran digital yang ada, seperti ATM, mobile banking, RTGS, hingga e-commerce, justru transaksi menggunakan QRIS yang paling diminati masyarakat,” ujar Bahari Joko Susilo saat diwawancarai, Rabu (14/01/2026) di ruang kerjanya.

 

Menurutnya, QRIS unggul karena bersifat lintas platform dan sudah sangat familier di tengah masyarakat. Hal ini membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis tanpa harus bergantung pada kepemilikan rekening bank.

 

“Kalau masyarakat belum punya rekening bank, tetap bisa menggunakan QRIS melalui dompet digital seperti GoPay. Sekarang tidak harus punya akun bank, cukup top up saldo,” jelasnya.

 

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Bapenda Kukar juga mendorong inisiasi pembentukan duta-duta QRIS yang bertugas memberikan edukasi sekaligus contoh penggunaan QRIS secara langsung kepada wajib pajak.

 

“Kami arahkan staf ke depannya membentuk duta QRIS, tugasnya memberikan edukasi dan percontohan agar masyarakat semakin terbiasa dan tidak ragu menggunakan sistem ini,” tambah Bahari.

 

Ke depan, Bapenda Kukar berencana mengembangkan inovasi pembayaran digital lainnya, seperti penggunaan kartu e-money, serta memperluas integrasi sistem pembayaran dengan perbankan daerah, termasuk Bankaltimtara melalui layanan mobile banking dan ATM.

“Secara sistem, pembayaran lewat QRIS sudah otomatis sudah termasuk pajak. Harapannya tidak ada lagi pandangan negatif terhadap pajak, karena pajak itu kembali untuk kepentingan masyarakat,” tutupnya. (Tan)