Pengembangan Pariwisata Berau Perlu Didukung Kebersihan Dan Pelayanan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Wajah pariwisata seharusnya tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh hal-hal sederhana yang langsung dirasakan pengunjung. Toilet yang kotor, lingkungan yang kurang terawat, hingga fasilitas yang tidak terpelihara bisa menjadi kesan pertama dan terakhir bagi wisatawan.

 

Untuk itu menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantoso, persoalan dasar seperti ini bila tidak segera dibenahi, maka promosi sebesar apa pun tidak akan cukup untuk meningkatkan daya saing pariwisata Berau.

 

“Menurut kami tak hanya kebersihan, persoalan lain yang tak luput dari perhatiannya adalah penataan kawasan, khususnya parkir kendaraan.  Kondisi parkir masih berantakan. Ini harus segera ditata supaya pengunjung merasa nyaman sejak datang,” ungkap Yudha yang baru menjabat Kepala Disbudpar.

 

Menurutnya, pengalaman wisata tidak dimulai saat pengunjung menikmati destinasi, tetapi sejak mereka tiba di lokasi. Parkir yang tidak tertib, akses yang tidak jelas, hingga penataan yang amburadul bisa merusak keseluruhan pengalaman wisata. Untuk itu, pihaknya mulai bergerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) guna merumuskan sistem penataan parkir yang lebih rapi dan terintegrasi.

 

Meskipun tambahnya,  sektor pariwisata disebut mendapat alokasi anggaran yang cukup besar dalam APBD 2026, ia menegaskan pentingnya memahami persoalan secara utuh terlebih dahulu.

 

“Yang penting sekarang saya pahami dulu masalahnya. Jangan sampai kita punya program besar, tapi tidak menyentuh persoalan di lapangan,” katanya.

 

Ia pun meminta waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk melakukan pemetaan menyeluruh. Proses ini meliputi evaluasi internal organisasi, identifikasi persoalan di destinasi wisata, hingga mendengar masukan dari berbagai pihak. Setelah itu, Disbudpar Berau akan menggelar rapat koordinasi besar sebagai langkah awal menyusun strategi pembenahan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

 

Selain itu, Yudha juga menyoroti peran posko wisata yang saat ini dinilai belum berjalan maksimal. Padahal, keberadaan posko tersebut sangat penting sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi wisatawan.

 

“Posko wisata ini harus dihidupkan. Jangan hanya ada secara fisik, tapi tidak berfungsi,” tukasnya lagi.

 

Ia ingin memastikan bahwa setiap elemen dalam ekosistem pariwisata mulai dari fasilitas, pengelolaan, hingga pelayanan berjalan secara optimal dan saling mendukung. (sep/FN)