53 Delegasi Berau Ikuti Penas KTNA ke-17 : Buka Peluang Kerja Sama dan Perkuat Masa Depan Petani-Nelayan

img

Bupati Berau Sri juniarsih Mas melepas keberangkatan delegasi peserta KTNA Berau dalam acara seremoni di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Rabu (10/6/2026). (foto : sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Keberangkatan 53 peserta asal Kabupaten Berau menuju Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-17 Tahun 2026 bukan sekadar memenuhi undangan agenda nasional. Di balik perjalanan ke Kabupaten Gorontalo pada 20–25 Juni mendatang, tersimpan harapan besar agar para delegasi kembali membawa ilmu, gagasan baru, hingga peluang kerja sama yang mampu memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan kesejahteraan masyarakat Berau.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau secara resmi melepas keberangkatan peserta dalam seremoni yang dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, Rabu (10/6/2026).

 

Dalam arahannya, Sri Juniarsih menegaskan bahwa Penas KTNA merupakan salah satu forum nasional paling strategis bagi pelaku sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

 

“Ajang ini dinilai bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang belajar yang mempertemukan pelaku usaha dan pelaku utama dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan melihat langsung praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan,” ujar Bupati Sri Juniarsih Mas

 

Menurutnya, tantangan sektor pertanian dan perikanan saat ini tidak lagi bisa dijawab dengan cara lama. Dibutuhkan kemampuan beradaptasi, membuka wawasan, dan keberanian menerapkan pendekatan baru yang sesuai dengan karakter daerah.

 

“Penas KTNA ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga. Di sana bapak dan ibu akan mendapatkan berbagai inovasi dari seluruh Indonesia, baik di bidang pertanian, perkebunan maupun perikanan. Inovasi yang baik itu bisa kita tiru dan modifikasi sesuai dengan kondisi daerah kita di Kabupaten Berau,” jelasnya

 

Sri menekankan, seluruh peserta harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi aktif berdiskusi, membangun jejaring, serta mengamati teknologi dan metode yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas. Ia berharap pengalaman yang diperoleh nantinya tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, melainkan dapat ditularkan dan diterapkan untuk mendorong perubahan nyata di tingkat lokal.

 

Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi sering lahir dari keberanian mengadopsi ide sederhana yang terbukti berhasil di tempat lain. Selain bicara soal produktivitas, Bupati juga memberi perhatian khusus pada isu keberlanjutan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa peningkatan hasil ekonomi tidak boleh mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

 

Pesan tersebut terutama ditujukan kepada sektor perikanan agar tetap mengedepankan praktik yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

 

“Penangkapan ikan harus dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Ketika kita menggunakan cara-cara yang merusak habitat, maka kita justru memperpendek rezeki kita sendiri. Karena itu, bagaimana tetap menjaga lingkungan tetapi penghasilan masyarakat tetap meningkat, itu yang harus kita pelajari bersama,” katanya.

 

Tak hanya membawa misi belajar, para peserta juga diminta menjadi wajah Kabupaten Berau di tingkat nasional. Sri Juniarsih mendorong seluruh delegasi memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. Selain dikenal memiliki kekuatan di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, Berau juga dinilai memiliki potensi besar di bidang pariwisata yang terus berkembang dan terbuka terhadap kolaborasi.

 

Ia berharap interaksi selama kegiatan dapat membuka peluang kemitraan yang memberi dampak bagi pengembangan daerah ke depan.

 

“Selain potensi pertanian, perkebunan dan perikanan, kita juga punya potensi pariwisata yang luar biasa. Sampaikan kepada peserta dari daerah lain bahwa Berau memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan dan di kerja samakan untuk kemajuan daerah,” tandasnya.

 

Di akhir arahannya, Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah selama mengikuti kegiatan dan kembali dengan semangat baru. Lebih dari sekadar mengikuti pameran atau pertemuan nasional, keberangkatan 53 delegasi ini diharapkan menjadi investasi pengetahuan yang nantinya tumbuh menjadi inovasi, membuka peluang baru, serta menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan petani dan nelayan di Kabupaten Berau. (sep/FN/Advertorial)