Indeks Kualitas Lingkungan Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Gerakan Kolektif Demi Masa Depan Bumi
POSKOTAALTIMNEWS, BERAU : Dalam tiga tahun terakhir, kualitas lingkungan hidup di Bumi Batiwakkal terus mengalami peningkatan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mulai membuahkan hasil nyata dalam menjaga kelestarian alam.
Komitmen itu kembali
ditegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau saat memperingati Hari
Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema "Saatnya Bekerja
Untuk Iklim".
Peringatan yang
digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau di Hotel Mercure,
Tanjung Redeb, Kamis (6/8/2026), tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan,
tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan perubahan
iklim melalui aksi nyata.
Kegiatan tersebut
dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dan dihadiri jajaran
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat
Daerah (OPD), perwakilan perusahaan, akademisi, komunitas peduli lingkungan,
pelajar, hingga tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Kepala DLHK Berau,
Zulkifli Azhari, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan di Kabupaten Berau
terus menunjukkan perkembangan positif berdasarkan sejumlah indikator yang
diukur secara berkala.
Ia menyebutkan,
Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) meningkat dari 93,76 pada 2023, menjadi 94,80
pada 2024, dan kembali naik menjadi 95,26 pada 2025/2026. Sementara itu, Indeks
Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga mengalami lonjakan signifikan, dari 75,8 menjadi
83,66.
Menurutnya, capaian
tersebut bukan diperoleh dalam waktu singkat, melainkan hasil dari kerja
panjang dan kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun oleh pemerintah daerah
bersama masyarakat dan dunia usaha.
"Kami berharap peringatan Hari Lingkungan
Hidup Sedunia ini dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan aksi nyata,
dimulai dari lingkungan terkecil hingga memberikan dampak yang lebih luas.
Berau yang bersih, sehat, dan tangguh terhadap perubahan iklim bukan hanya
tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," papar
Zulkifli.
Ia menjelaskan,
berbagai program strategis terus dijalankan DLHK Berau untuk menjaga kualitas
lingkungan. Di antaranya gerakan bersih lingkungan secara berkala, penanaman
pohon di berbagai kawasan, penguatan Program Kampung Iklim (Proklim),
rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah berbasis teknologi, pembentukan
dan pembinaan bank sampah, hingga kampanye pengurangan penggunaan plastik
sekali pakai.
Selain itu,
pemerintah daerah juga terus mendorong keterlibatan perusahaan melalui Program
Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), sebagai bentuk tanggung jawab
dunia usaha terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk
dukungan nyata terhadap pengelolaan lingkungan, pada puncak peringatan Hari
Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, Pemkab Berau menyerahkan berbagai bantuan
sarana dan prasarana. Bantuan tersebut meliputi alat pirolisis untuk pengolahan
sampah, mesin pencacah sampah organik, satu unit truk amrol, bantuan
pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Pulau
Derawan, hingga ribuan bibit tanaman untuk mendukung penghijauan.
Tak hanya itu,
penghargaan juga diberikan kepada sekolah-sekolah berpredikat Adiwiyata,
perusahaan peserta PROPER yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan
lingkungan secara berkelanjutan, serta petugas lapangan yang dinilai memiliki
dedikasi tinggi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di
Kabupaten Berau.
Sementara itu, Bupati
Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim merupakan
persoalan global yang dampaknya kini semakin dirasakan hingga ke daerah. Karena
itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya peduli, tetapi juga
terlibat langsung dalam aksi penyelamatan lingkungan.
Menurutnya, menjaga
lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dunia usaha,
komunitas, lembaga pendidikan, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar
upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Hari Lingkungan
Hidup Sedunia jangan hanya menjadi seremonial tahunan. Tema 'Saatnya Bekerja
Untuk Iklim' mengajak kita semua untuk tidak berhenti pada kepedulian, tetapi
bergerak bersama melalui tindakan nyata. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab
seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Sri Juniarsih
berharap semangat yang dibangun melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup
Sedunia mampu melahirkan budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya
mencintai lingkungan melalui tindakan sederhana namun konsisten, seperti
mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah dari rumah, menjaga kebersihan
sungai, hingga menanam pohon.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Berau dalam meningkatkan kualitas lingkungan harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik. Sebab, menjaga kelestarian alam bukan hanya untuk kepentingan hari ini, melainkan menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang.
Dengan capaian indeks
kualitas lingkungan yang terus meningkat dan dukungan seluruh pemangku
kepentingan, Kabupaten Berau optimistis mampu menjadi salah satu daerah yang
konsisten menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Semangat "Saatnya Bekerja Untuk Iklim" pun diharapkan tidak berhenti
sebagai slogan, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus hidup dalam setiap
langkah pembangunan di Bumi Batiwakkal. (sep/FN)