Musda Golkar Kukar, Ketua Terpilih Ditarget Tambah Kursi DPRD dan Maju Pilkada
Pemukulan gong tanda di mulainya musda XI partai Golkar Kukar. (kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) digelar di Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (31/8/2026).
Agenda tersebut menjadi forum konsolidasi partai sekaligus menentukan kepemimpinan DPD Partai Golkar Kukar untuk periode 2026-2031.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin atau biasa disapa Ayub, mengatakan nama Hasanuddin Mas’ud masih menjadi satu-satunya kandidat yang diketahui telah mendaftar.
Meski demikian, ia belum memastikan hasil akhir pencalonan. Menurutnya, dinamika internal partai masih dapat berkembang hingga proses Musda berlangsung.
“Musda kan baru dibuka. Apakah dalam
detik-detik terakhir ada yang kemudian muncul, kita belum tahu pasti. Biasanya
dinamikanya kencang sekali, khususnya di Kukar,” ujarnya.
Ia menyebut proses pencalonan ketua memiliki
ketentuan yang harus dipenuhi setiap kandidat.
Salah satu persyaratan berkaitan dengan masa
kepengurusan, sementara syarat lainnya mencakup pengalaman menduduki jabatan
strategis dan rekam jejak.
“Yang pertama, sudah lima tahun sebagai
pengurus di level yang sama atau di level atasnya. Yang kedua, memiliki
jabatan-jabatan strategis,” jelasnya.
Selain itu, terdapat persyaratan PDLT yang menjadi
bagian dari standar calon ketua.
Ia menjelaskan, ketentuan tersebut menjadi
bagian dari mekanisme internal Partai Golkar dalam menentukan calon pemimpin di
daerah.
Di tengah proses pemilihan tersebut, DPD
Partai Golkar Kaltim membawa dua komitmen yang akan dibebankan kepada ketua
terpilih melalui fakta integritas.
Ia menyebut komitmen pertama berkaitan dengan
posisi Golkar di DPRD Kukar. Saat ini partai memiliki sembilan kursi dan
kepengurusan baru akan diarahkan untuk memperbesar perolehan tersebut.
“Yang pertama, harus menaikkan jumlah kursi di
DPRD Kukar. Dari sembilan, kita target harus 15,” tegasnya.
Komitmen kedua berkaitan dengan persiapan
menghadapi Pilkada. Ia mengatakan ketua terpilih tidak hanya diposisikan
sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga masuk dalam proyeksi pencalonan kepala
daerah.
Ketentuan tersebut, kata dia, telah menjadi
keputusan di tingkat DPD Golkar Kaltim.
Persiapan dilakukan sejak jauh hari agar kader
memiliki waktu membangun kekuatan sebelum memasuki kontestasi.
“Ketua terpilih, siapapun juga menjadi ketua
terpilih, wajib menjadi calon kepala daerah,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut terdapat konsekuensi
organisasi apabila ketentuan tersebut tidak dijalankan.
“Kalau tidak menjadi calon kepala daerah, maka
akan ada sanksi dari Partai Golkar,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai Hasanuddin Mas’ud, ia
memastikan kewajiban tersebut juga berlaku apabila kembali terpilih memimpin
Golkar Kukar.
“Pak Hasan Mas’ud wajib menjadi calon kepala
daerah,” katanya.
Arah tersebut sekaligus menjadi upaya Golkar
untuk mengedepankan kader sendiri dalam kontestasi kepala daerah.
Ia menegaskan partai ingin membangun kekuatan
politik melalui kader internal.
“Jadi Golkar itu tidak mendukung di luar
kader. Gitu, makanya itu yang kemudian kita tekankan,” ujarnya.
Persiapan menuju Pilkada, lanjutnya, akan
dilakukan dalam rentang waktu panjang. Ia menyebut Golkar Kaltim telah memiliki
lembaga survei yang dapat digunakan untuk melakukan pemetaan terhadap potensi
kader.
“Kita kan sudah punya lembaga survei. Kemudian
kalau dianalisis dan gerakannya itu mulai dari sekarang sampai 2030, ya semua
akan bisa berjalan dengan baik,” kata dia.
Menurutnya, persiapan tidak dapat dilakukan
secara tiba-tiba. Struktur partai dan kader perlu bergerak sejak awal untuk
membangun pengenalan di masyarakat.
“Kalau mendadak-mendadak kan nggak bisa,
makanya kita canangkan itu mulai sekarang,” ucapnya.
Ia juga menilai kekuatan struktur partai
menjadi modal dalam menghadapi kontestasi politik.
Pengalaman Golkar dalam sejumlah Pilkada di
Kaltim, menurutnya, menunjukkan pentingnya kerja mesin partai dalam memenangkan
kandidat yang diusung.
“Dan jangan lupa, Golkar ini mesin rumputnya,
mesin partainya kuat,” tuturnya.
Hasil Musda XI kemudian menetapkan Hasanuddin
Mas’ud kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kukar periode 2026-2031 secara
aklamasi.
Hasanuddin mengatakan kepemimpinan baru akan
diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun sinergi
pembangunan dengan pemerintah.
“Jadi hasil musdah ke-11 ya, DPD Partai Golkar
Kutai Kartanegara, ya aklamasi kita kembali, memang rata-rata Golkar ini
aklamasi ya," ujarnya.
Ia menyebut konsolidasi internal akan menjadi
salah satu langkah awal setelah terpilih.
“Ke depan nanti kita koordinasi lagi,
konsolidasi partai internal, terus pembangunan, sinergikan dengan pemerintah
provinsi sampai ke desa,” tuturnya.
Ia melihat Pemilu 2029 sebagai momentum
penting bagi Golkar. Ia menilai konfigurasi pemilu mendatang membuka peluang
bagi partai untuk memperkuat posisi, baik dalam kontestasi legislatif maupun
eksekutif.
“Saya kira ini momen untuk Golkar maju di
2029. Insyaallah 2029, karena saya melihat peluangnya sangat besar, terbuka,”
ucapnya.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi penting
karena pemilihan gubernur akan berlangsung bersamaan dengan pemilihan bupati
dan wali kota, termasuk pemilihan anggota legislatif.
Ia yang juga menjabat Ketua Pemenangan Bappilu
Partai Golkar tingkat provinsi itu optimistis kader Golkar memiliki peluang
besar untuk maju dalam kontestasi kepala daerah.
“Saya menyakini berdasarkan pemikiran dan hati
saya bahwa insyaallah bupati ke depan tentu akan dari kader-kader Golkar,”
sebutnya.
Terkait fakta integritas yang mewajibkan ketua
terpilih maju sebagai calon kepala daerah, Hasanuddin menyatakan kesiapannya.
Namun, ia menekankan dukungan partai, kader
dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pencalonan tersebut.
“Saya akan menyatakan siap, sepanjang kita
didukung oleh partai dan seluruh lapisan kader Golkar dan tentu masyarakat,”
tegasnya.
Ia pun menyampaikan harapannya agar penguatan
Golkar di Kukar dapat berjalan beriringan dengan perubahan pembangunan daerah.
“Kalau ingin ini ada perubahan, saya lihat
kolom-kolom di Kutai Kartanegara ini menguning, biasanya ada kemajuan,”
tutupnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian
dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar, Muhammad Iriyanto,
mengapresiasi pelaksanaan Musda XI Partai Golkar.
Menurutnya, forum tersebut menjadi bagian dari
proses organisasi untuk menentukan kepemimpinan baru sekaligus memperkuat
kontribusi partai terhadap pembangunan daerah.
“Ya, kami dari Pemkab Kukar mengapresiasi atas
terselenggaranya Musda ke-11 Partai Golkar ini untuk memilih pemimpin mereka
untuk periode 2026-2031,” kata dia.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat
kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai bidang pembangunan.
“Harapannya ini tidak bermuara seputar itu
saja, tapi juga memberikan dampak positif kepada masyarakat secara luas,”
ujarnya.
Ia menilai kolaborasi dapat dilakukan melalui
peran Partai Golkar di lembaga legislatif maupun ruang lainnya, dengan tujuan
yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Karena tujuan kita sama, memajukan
kesejahteraan masyarakat Kukar. Jadi semua tetap memiliki peran,” katanya.
Ia berharap Musda berjalan lancar dan
menghasilkan kader terbaik yang mampu menerjemahkan keputusan organisasi dalam
bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan Kukar.
“Mudah-mudahan Musda ini bisa berjalan lancar
dan mewujudkan secara nyata apa yang ditetapkan, sesuai dengan anggaran dasar
dan anggaran rumah tangga Partai Golkar,” pungkasnya. (kriz)