Nahwani Fadelan Nahkodai UMB 2026–2030, Pemkab Berau Titip Tiga Agenda Besar
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) memasuki babak baru. Nahwani Fadelan resmi dipercaya menjabat sebagai Rektor UMB untuk periode 2026–2030, menggantikan Muhammad Bayu yang telah menakhodai perguruan tinggi ini selama periode 2022–2026.
Pergantian
kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian nama di kursi rektor. Ada pekerjaan
besar yang menanti Nahwani Fadelan, terutama dalam menjadikan UMB semakin kuat
sebagai institusi pendidikan sekaligus bagian penting dari pembangunan
Kabupaten Berau.
Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Berau bahkan menitipkan tiga agenda strategis kepada kepemimpinan baru
UMB, yakni peningkatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan riset berbasis
potensi lokal, hingga mempererat kolaborasi antara kampus dan pemerintah
daerah.
Bupati Berau yang
diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Andi Marewangeng,
menyampaikan ucapan selamat kepada Nahwani Fadelan atas amanah yang diberikan.
Ia berharap
kepemimpinan baru tersebut mampu membawa UMB berkembang dengan kreativitas dan
inovasi, sekaligus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan
daerah.
“Kami menyadari Berau
tidak bisa maju tanpa kampus yang maju, sebagaimana visi Kabupaten Berau,” kata
Andi, Senin (28/9/2026).
Salah satu pekerjaan
rumah yang menjadi perhatian Pemkab Berau adalah bagaimana meningkatkan
kualitas UMB sehingga mampu menjadi kampus pilihan utama masyarakat daerah.
Saat ini UMB menaungi
tujuh program studi (prodi), yakni Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen,
Bisnis Digital, Konservasi Biologi, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Teknik
Sipil. Dengan bidang keilmuan tersebut, Pemkab Berau berharap UMB dapat terus
memperkuat kualitas akademik dan akreditasi.
Tujuannya bukan hanya
meningkatkan daya saing kampus, tetapi juga membuka semakin banyak pilihan
pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri daerah. Dengan kampus yang
semakin berkualitas, anak-anak Berau diharapkan tidak selalu harus mencari
pendidikan tinggi ke luar daerah.
Tidak hanya soal
pendidikan di ruang kelas, Pemkab Berau juga mendorong UMB memperkuat peran
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Pemerintah menegaskan
Kabupaten Berau memiliki berbagai potensi lokal yang dapat menjadi objek
penelitian sekaligus sumber inovasi. Di antaranya keanekaragaman hayati,
ekowisata, dan ekonomi kreatif.
Potensi tersebut
dinilai penting untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi,
pemerintah, dan masyarakat.
Bahkan, riset kampus
diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi terhadap agenda pembangunan
strategis Berau, termasuk mendukung pengusulan geosite Berau menjadi geopark
nasional.
Agenda ketiga yang
dititipkan Pemkab Berau adalah memperkuat sinergi antara UMB dan Pemkab Berau.
Kolaborasi tersebut
dinilai penting agar berbagai penelitian yang dilakukan perguruan tinggi tidak
berhenti pada laporan akademik, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam
menyusun kebijakan pembangunan daerah.
Andi mengatakan,
ruang kolaborasi tersebut dapat diperkuat melalui Bapperida.
“Kita Bapelitbang
sekarang sudah berubah jadi Bapperida. Jadi di situ kita bisa berkolaborasi
dalam penelitian,” ujarnya.
Dengan kolaborasi
tersebut, kampus diharapkan tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi
juga menjadi salah satu sumber gagasan, data, dan inovasi bagi pembangunan
Berau.
Sementara itu, Rektor
UMB periode 2026–2030, Nahwani Fadelan, menyampaikan pandangannya mengenai
pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan. Menurutnya, pendidikan
merupakan bentuk investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Saya kira kalau kita
investasi pasti ada jaminan dan yang paling menguntungkan itu adalah
pendidikan,” katanya.
Nahwani juga
memberikan apresiasi kepada Muhammad Bayu atas kepemimpinannya selama periode
2022–2026. Ia melihat perkembangan UMB selama periode sebelumnya sebagai
fondasi yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan.
Menurut Nahwani,
melihat perkembangan sebuah organisasi tidak cukup hanya dengan memperhatikan
kekurangannya. Capaian dan peningkatan yang telah diraih juga perlu menjadi
bagian dari evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.
“Saya sendiri melihat
organisasi ini mencoba secara lebih komprehensif ya, bukan hanya dari sisi
kurangnya, tapi jauh peningkatannya, Alhamdulillah,” imbuhnya.
Memasuki periode
kepemimpinan baru, Nahwani menyadari bahwa pengembangan UMB bukan pekerjaan
yang dapat dilakukan seorang rektor seorang diri. Ia meminta dukungan dari
seluruh pihak agar UMB dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih
luas bagi masyarakat.
Dukungan tersebut,
menurutnya, dapat diberikan sesuai dengan kapasitas masing-masing.
“Mohon semuanya,
doanya, dukungannya sesuai dengan kapasitas kita masing-masing untuk menjadikan
Universitas Muhammadiyah Berau ini bisa menjadi lebih baik ke depannya,”
pungkasnya. (sep/FN)