Pemkab Kukar Perluas Program Kukar Siap Kerja bagi Pemuda Desil 1-5

img

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperluas sasaran Program Kukar Siap Kerja dengan membuka kesempatan pelatihan bagi pemuda yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 5.

 

Langkah ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Program Kukar Siap Kerja merupakan program yang dijalankan Pemkab Kukar melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker).

 

Pelaksanaannya tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi mengarahkan peserta pada kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri, sehingga keterampilan yang diperoleh memiliki peluang untuk digunakan ketika memasuki dunia kerja.

 

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan pencari kerja.

 

Sebab, kebutuhan tenaga kerja di lapangan tidak selalu sejalan dengan kompetensi yang dimiliki masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

 

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus mengembangkan Program Kukar Siap Kerja.

 

“Konsepnya adalah mendekatkan gap antara pemberi kerja dengan pencari kerja. Pemberi kerja ini punya gap kompetensi, sementara pencari kerja kadangkala tidak punya kompetensi sebagaimana yang diminta para pemberi kerja,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (3/10/2026).

 

Melalui pola tersebut, pelatihan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan.

 

Pemkab Kukar juga menggandeng SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan CSR perusahaan.

 

Dalam perluasan program, pemuda yang berada pada kelompok desil 1 sampai desil 5 menjadi salah satu sasaran yang diprioritaskan.

 

Peserta akan disiapkan mengikuti pelatihan berdasarkan bidang keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

 

“Sekarang konsep kita adalah kita berusaha mencari pemuda-pemudi terbaik dari desil 1 sampai dengan desil 5 yang akan kita ikutkan ke dalam pelatihan,” ucapnya.

 

Sejumlah pelatihan yang saat ini menjadi perhatian di antaranya operator loader, welder atau juru las, operator alat berat, serta pengemudi.

 

Jenis keterampilan tersebut disiapkan dengan melihat kebutuhan tenaga kerja yang ada di sektor industri.

 

Pelaksanaan program hingga kini juga telah menghasilkan tenaga kerja yang masuk ke dunia kerja.

 

Ia menyebut hampir 600 peserta telah terserap melalui Program Kukar Siap Kerja.

 

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah daerah untuk memperluas cakupan program.

 

Selain menambah peserta, Pemkab Kukar juga berupaya memastikan biaya dan standar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

 

Salah satu yang sedang dibahas adalah pelatihan welder. Menurutnya, standar kompetensi perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar tidak seluruh peserta harus mengikuti pelatihan dengan tingkat kompetensi yang membutuhkan biaya sangat besar.

 

Ia mencontohkan pelatihan welder 4G yang dapat menelan biaya sekitar Rp150 juta untuk satu peserta.

 

Sementara itu, kebutuhan sejumlah industri lokal tidak selalu membutuhkan kompetensi sampai tingkat tersebut.

 

“Kami berharap ini standarnya bisa kita turunkan sehingga bisa lebih banyak orang yang ikut. Pembiayaan bisa lebih rendah, masyarakat atau anak-anak kita yang bisa ikut bisa lebih banyak lagi,” kata dia.

 

Dengan anggaran yang tersedia saat ini, Pemkab Kukar baru dapat mengikutsertakan 25 peserta dalam satu angkatan.

 

Program tersebut telah memasuki angkatan keempat setelah tiga angkatan sebelumnya selesai dilaksanakan.

 

Selain peningkatan kompetensi, Pemkab Kukar juga mengarahkan kerja sama dengan KKKS agar pelatihan memiliki jalur penyerapan yang lebih jelas.

 

Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan menjadi salah satu kelompok yang diharapkan memperoleh manfaat dari pola tersebut.

 

“Kita berharap ini bisa terkolaborasi dengan baik. Anak-anak kita, utamanya di ring 1 teman-teman KKKS, misalnya di ring 1 PHM, di ring 1 ENI, bisa mendapatkan pelatihan ini dan nanti setelah mereka selesai bisa diserap oleh KKKS itu sendiri,” jelasnya.

 

Dengan pola tersebut, pemerintah daerah ingin memperbesar peluang tenaga kerja lokal untuk mengisi kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Kukar.

 

Pelatihan yang diberikan diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh kompetensi sekaligus kesempatan kerja.

 

“Sehingga isu bahwa tidak banyak orang lokal yang bekerja di KKKS itu bisa kita bantah,” tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan pelaksanaan pelatihan dengan kebutuhan tenaga kerja yang telah dipetakan bersama dunia usaha dan industri.

 

“Kita akan berusaha menyediakan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta, tetapi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

“Ketika mereka selesai pelatihan, harapannya mereka bisa langsung terserap sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” pungkasnya. (Adv/Kriz)