Pengusaha Kayu Olahan Mengeluh, Truk Angkutan Sering di ‘Palak’ Dikawasan Kem Baru

img

///Keterangan Foto :  Akses Trans Kaltim Dikawasan Kem Baru, sering terjadi pemalakan truk bermuatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(foto : Imran/Poskota Kaltim)///

 

SENDAWAR – Sejumlah pengusaha industri kayu olahan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, mengeluh karena angkutan kayu olahan (kayu masak) berupa papan dan balok menggunakan angkutan truk di Jalan Trans Kaltim dari Kubar-Kukar, sering terjadi pungutan liar (Pungli).

Pelaku pungli tersebut diduga selain oknum masyarakat juga ada indikasi dilakukan oleh oknum aparat. Terutama sering terjadi pungli tersebut didaerah Kampung Muara Tae (Kem Baru), Kecamatan Jempang.

“Ada sejumlah sopir truk yang datang kepada kami, melaporkan kondisi itu. Mereka setiap hari melintas di kawasan Kem Baru, tiba-tiba mobil truk bermuatan kayu yang disopiri mereka ditahan, di palak, dan mintai sejumlah uang,” jelas  Koordinator Kubar-Mahulu Lembaga Swadaya Masyarakat  Perisai Sendawar Membangun  (LSM PEDANG) Sarjodi kepada Poskota Kaltim di Kantor Sekretariatnya, Jalan M Yamin, Kelurahan Barong Tongkok, Sendawar,Jumat (17/4/2020).

Dia menambahkan, LSM PEDANG berharap kepada pihak terkait, agar bersikap tegas. Yakni jika angkutan kayu olahan  tersebut dilengkapi dengan perizinan legal (Resmi) serta administrasi yang benar, maka pihak keamanan di Kubar harus bersikap tegas.

“Kami berharap jika benar indikasi ada oknum aparat yang melakukan ‘premanisme’ dijalan raya terhadap angkutan tersebut, agar segera ditinjau lapangan. Jika benar, maka harus ditindak tegas oleh kesatuannya,” urainya.

Sarjodi menyebut, jangan sampai kabar itu menjadi ‘hoax’ yang meresahkan masyarakat. Karena jika benar hal itu terjadi, maka itu merupakan pungli yang harus segera dibersihkan.

“Kawasan Muara Tae (Akses Trans Kaltim) adalah jalan umum masyarakat. Semua angkutan umum berhak melintas disana.Jadi tidak boleh ada pungutan liar.  Kecuali ada jembatan timbang disana,” tutur Sarjodi.

Sementara itu, salahsatu pengusaha kayu olahan di Kubar yang tidak mau namanya di korankan, membenarkan  kondisi tersebut. Menurutnya, pungli tersebut hampir setiap hari terjadi diwilayah itu.

“Iya benar pak (wartawan, Red,-). Karena setiap hari truk angkutan kayu olahan kami melintas disana membawa muatan kayu pasti ditahan, dimintai sejumlah uang dengan jumlah berlebihan,” ungkapnya kepada media ini, sore tadi melalui sambungan telepon.

“Kami mengangkut kayu olahan legal dengan administrasi resmi. Setiap angkutan (truk) kami melintas, pasti dimintai uang berlebihan oleh oknum dijalan jalan itu. Hal itu membuat pekerja (sopir) kami mengeluh,” urainya.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Polres Kubar belum berhasil dikonfirmasi oleh Poskota Kaltim. (imn)