Lagi, Positif Covid-19 Bertambah 2, Total 24 Kasus di Kukar

img

(Bupati Edi Damansyah didampingi Sekda Sunggono dan Kadis Kesehatan)


TENGGARONG, Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara per 9 Mei 2020 mengalami penambahan 2 kasus, penambahan ini dari Kecamatan Muara Badak dan Kenohan. Dengan adanya penambahan tersebut kini jumlah kasus Covid-19 di Kukar capai 24 kasus.

“Pada hari ini, Sabtu, 9 Mei 2020, kembali saya mengumumkan adanya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 2 (dua) orang, yang sebelumnya telah dilakukan rapid test dengan hasil IgM dan IgG yang reaktif,” kata Bupati Edi Damansyah didampingi Sekda Sunggono dan Kadis Kesehatan, saat press release melalui zoom meeting, Sabtu (9/5/2020) pagi tadi.

Edi menerangkan penambahan dua kasus tersebut adalah  KK-23, jenis kelamin perempuan, usia 32 tahun dari Kecamatan Kenohan, tanpa keluhan, riwayat kontak dengan suami yang merupakan klaster Gowa. Kemudian kedua adalah KK-24, jenis kelamin laki-laki, usia 29 tahun dari Kecamatan Muara Badak, tidak ada keluhan, riwayat perjalanan dari Magetan.

“Seluruh pasien saat ini sedang menjalani karantina dan perawatan di Wisma Atlet Tenggarong Seberang dengan kondisi stabil. “ujarnta.

Dengan terkonfirmasinya kasus tersebut maka terdapat satu Kecamatan lagi dengan transmisi lokal yaitu Kecamatan Kenohan. “Dengan demikian telah terdapat 3 Kecamatan di Kutai Kartanegara dengan kasus transmisi lokal yaitu : Kecamatan Muara Badak, Tenggarong dan Kenohan.”katanya.

Dikatakan Edi Damansyah sebagian besar kasus-kasus yang terjadi merupakan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG), yang memiliki riwayat perjalanan, tanpa keluhan namun dapat menularkan kepada orang lain.

“Hingga hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutai Kartanegara adalah 24 kasus terdiri dari : 22 Orang sedang menjalani perawatan dan 2 Orang sembuh. Kasus di Kutai Kartanegara di dominansi oleh kasus impor dari Pelaku Perjalanan. Adapun penularan lokal untuk saat ini ditemukan pada anggota keluarga terdekat (istri). Kita berharap semoga tidak terdapat penularan lokal ke masyarakat luas dan tidak ada kasus impor baru di Kutai Kartanegara.”papar Edi Damansyah.awi