Lokakarya Perencanaan Konservasi Badak Kaltim

img
Gubernur : Stakeholders  Harus Lindungi Badak Kalimantan

SAMARINDA – Kalimantan Timur memiliki berbagai satwa endemik dan salah satunya Badak Kalimantan yang terdapat di wilayah Kabupaten  Kutai Barat. Karena itu, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta seluruhpemangku kepentingan di daerah ikut mengamankan keberadaan dan habitat Badak Kalimantan itu.

Hal itu disampaikan Gubernur pada Lokakarya Sosialisasi dan Perencanaan Konservasi Badak di Kaltim di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Selasa(14/3).
"Sejak awal saya sudah memberikan dukungan atas perlindungan satwaendemik Kaltim termasuk Badak Kalimantan selain Pesut Mahakam, Banteng dan Gajah Kalimantan," katanya.

Menurut dia, Badak yang terdapat di Kutai Barat walaupun disebutkan memiliki spesies sama Badak Sumatera namun pasti ada perbedaan genetikyang harus disebut Badak Kalimantan.
Langkah berikutnya ujar Awang, bagaimana tim yang menangani Badak itu mencari serta menentukan kawasan untuk perlindungan sekaligus penyelamatan satwa endemic itu.

Gubernur menyebutkan dalam tata ruang wilayah (RTRWP) ada kawasan  yang diperuntukkan bagi kawasan konservasi yakni kawasan hutan lindungcagar alam eks tambang.
Kawasan itu merupakan kawasan eks tambang emas PT Kelian EquitorialMining (KEM) di Kabupaten Kutai Barat yang telah habis masa kontraknya.

" Kawasan itu bisa menjadi tempat penangkaran atau perlindungan bagisatwa endemik Pulau Kalimantan yang terancam punah akan ekosistemnya," harap Awang Faroek.

Sementara itu Direktur Kawasan Konservasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Dahonoaji menyebutkan pihaknyatelah menetapkan kawasan PT KEM  sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) untuk konservasi Badak.

"Badak Kalimantan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kaltim bahkanIndonesia. Perlindungan kawasan sangat penting dari gangguan diluarmaupun didalam habitat harus dikurangi termasuk kegiatan penambangandan penebangan kayu," ujar Bambang Dahonoaji.

Dia menambahkan penyelamatan Badak Kalimantan telah dilakukan sejaktahun 2010 dilakukan WWF Indonesia bersama Kementerian LHK sertamasyarakat setempat.

Lokakarya dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan  HidupKaltim serta para tokoh dan kepala adat Kutai Barat dan Mahakam Ulu serta world wide fund (WWF) Indonesia. m4r-poskotakaltimnews.com