Imbas Covid-19 Pembangunan Jargas di Marangkayu Tertunda

img

(Pembangunan Jargas)

 

TENGGARONG- Untuk sementara waktu, pembangunan Jargas (Jaringan Distribusi Gas Bumi untuk Rumah Tangga)  di kecamatan Marangkayu tidak bisa dilanjutkan, karena Dampak dari Covid-19 karena ada pembatasan kerumunan massa serta pembatasan mobilisasi antar daerah, sehingga tenaga teknis dari luar Kukar, belum bisa datang ke Kukar.

"Diperkirakan ada 30 orang tenaga teknis, yang disiapkan untuk pembangunan jargas di Marangkayu, semuanya dari luar Kukar, rata-rata tenaga teknis tersebut dari Jawa," kata Kadis ESDM Kukar, Slamet Hadiraharjo, belum lama ini, di kantor Bupati Kukar.

Slamet belum tau secara pasti, kapan tenaga teknis tersebut bisa datang, ditengah pembatasan kerumuman yang diberlakukan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, ada kabar tenaga teknis tersebut bisa datang ke Kukar," jelasnya.

Pembangunan Jargas di Marangkayu, merupakan proyek lanjutan pemasangan jargas milik Kementerian ESDM agar masyarakat bisa menikmati secara langsung, gas tanpa kendala kesulitan mencarinya, seperti gas tabung pada umumnya.

"Enaknya, gas ngalir sampai 24 jam tanpa kendala, sumber gas Jargas diambil dari pasokan gas milik Pertamina Sangasanga Eks Vico," jelasnya.

Kata Slamet, Kukar mendapatkan jatah pembangunan jargas untuk masyarakat tahun 2019 lalu, sebanyak 5.000 Sambungan Rumah(SR) hanya khusus Muara Badak saja, namun tahun ini, sesuai perencanaan Kementerian Pertambangan dan RI, kukar dapat jatah kembali pembangunan 5000 SR, untuk menjangkau sebagian wilayah Muara Badak yang belum dapat dan Marang Kayu.

"Bisa saja Tenggarong Seberang, atau kecamatan lainnya dapat program Jargas, asal sumber gasnya tersedia. Jargas pasti aman, karena sesuai dengan SOP yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya.(and)