PPDB, Tidak Ada Calon Siswa Titipan
(PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)
SAMARINDA- Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB) bebas dari intervansi pihak-pihak tertentu, bahkan
dipastikan tidak ada calon siswa titipan pada sekolah-sekolah negeri maupun
sekolah favorit/unggulan.
Hal itu ditegaskan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Anwar Sanusi, bahwa PPDB
jenjang sekolah lanjutan atas (SMA/SMK) ataupun sederajatnya sudah berjalan
sesuai ketentuan.
"Pimpinan kita,
Pak Gubernur juga Pak Wakil Gubernur sudah dan selalu mengingatkan PPDB itu gak
ada istilah titipan. Atau bahasa kasarnya dari belakang, lewat jendela. Itu
saya pastikan tidak ada," ujar Anwar Sanusi via WhatsApp, Jumat
(10/7/2020).
Anwar menjelaskan
pemerintah sebelumnya telah membuka pendaftaran dan membagi kuota menggunakan
sistem atau pola penerimaan bagi siswa didik baru. Dan hal itu, diakuinya sudah
sesuai aturan pemerintah dan kebijakan kepala daerah (Gubernur/Wakil Gubernur).
Misalnya, lanjut
Anwar, sistem zonasi porsinya 50 persen, jalur afirmasi (tidak mampu/anak
miskin) 15 persen, jalur prestasi 30 persen dan perpindahan siswa (anak
pejabat/guru dan lainnya) porsi 5 persen.
"Nah, ini kan
sudah jelas pembagiannya dan sekolah-sekolah sudah menerapkan ini. Saya yakin
itu sudah berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada sekolah yang menyalahi atau
membuat kebijaman sendiri," jelas Anwar.
Hingga saat ini,
ungkap Anwar, pihaknya (Disdikbud) tidak ada menerima laporan dari
daerah-daerah baik kabupaten maupun kota penyelenggara PPDB tingkat SMA/SMK dan
sederatnya.
"Pola penerimaan
melalui pendaftaran secara online. Kali pun kemarin ada secara manual, tetap
mengutamakan kaidah protokol kesehatan. Khususnya, menyerahkan berkas dengan
pola drive thru. Jadi tidak bertatap muka dan berkerumun," tandas Anwar.
Anwar berharap semua
pihak ikut mengawasi pola PPDB yang telah dialksanakan ini dan bisa memberikan
masukan kepada Pemprov, jika ditemukan hal-hal tidak sesuai aturan.
"Tolong
laporkan kalau ada ditemukan tidak sesuai prosedur saat PPDB," tegas Anwar
Sanusi.(mar/Poskotakaltimnews.com)