Kasus Covid-19 Meningkat, Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
(Alif Turiadi)
TENGGARONG, Peningkatan
kasus positif Covid-19 terus terjadi di
Kabupaten Kutai Kartanegara. Belum ada tanda tanda kepastian wabah itu akan
mereda, bahkan akhir akhir terus terjadi lonjakan. Beberapa Aparatur Sipil
Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar terpapar Covid-19.
Wakil Ketua DPRD Kukar Alif
Turiadi mengungkapkan dengan meningkatnya kasus Covid-19 menandakan bahwa
keadaan new normal belum sepenuhnya menjadi panduan bersama. Sikap kewaspadaan
perlu lebih ditingkatkan lagi.
“Ketika ada peningkatan
kasus positif Covid-19 ini perlu ada kewaspadaan lagi.”ujar Alif Turiadi.
Alif Turiadi juga
menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang
mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor P-2040/BKPSDM/065.11/06/2020) Tentang
Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Non Aparatur Sipil Negara
dalam Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa Pandemi Corona Virus Disease 2019
(Covid-19) di Kukar.
“Penyesuaian jam kerja ASN
tersebut semata mata untuk
pencegahan dampak Covid-19 lebih luas lagi. Saat ini wilayah Kukar sudah
di anggap zona merah , tentunya harus mengantispasi lebih ketat lagi, lebih
maksimal, kemudian juga agar masyaraat tetap diedukasi, supaya mereka tetap
melakukan protokol kesehatan,” paparnya.
Untuk diketahui bahwa
SE Bupati Kukar tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya kasus positif Covid-19
dimasa relaksasi pembatasan sosial di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam masa relaksasi pembatasan sosial, telah terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan di Kutai Kartanegara. Sehubungan dengan hal tersebut maka Surat Edaran Bupati Kutai Kartanegara nomor B-1600/ BKPSDM/065.11/05/2020 tentang Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, perlu dilakukan penyesuaian.
Hingga saat ini, Kamis 6 Agustus 2020 Kasus positif Covid-19 di Kukar sebanyak 261 kasus terdiri, 95 orang menjalani perawatan, 165 dinyatakan sembuh dan satu kasus meninggal dunia.(awi/adv/poskotakaltimnews.com)