Angka Pengangguran Capai 9,77 Juta Orang
(Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah)
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida
Fauziyah merespons terkait jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 9,77
juta orang pada Agustus 2020, atau naik 2,67 juta orang.
Ida menilai, bertambahnya angka pengangguran tersebut karena lapangan pekerjaan masih sedikit terutama selama pandemi virus corona (Covid-19).
"Banyaknya kesempatan kerja yang
berkurang dan pasar kerja yang masih belum begitu optimis," ujarnya
melalui rekaman yang diterima, Jumat (6/11/2020)
Oleh sebab itu, dia mendorong para pengangguran untuk membangun wirausaha dengan mengikuti pelatihan yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Selain Kemenaker, lanjut Ida, Kementerian PUPR dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) juga terlibat menekan jumlah pengangguran agar tidak menembus dua digit yakni melalui program Padat Karya.
"Sebenarnya kami melakukan banyak
mitigasi untuk mengatasi dampak daripada Covid-19 ini," kata dia.
Ida mengatakan tak terkejut adanya
peningkatan angka pengangguran. Ida menyebut angka yang disampaikan oleh BPS
sesuai dengan prediksi Kemnaker. Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan
pandemi Covid-19 membuat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia
mengalami kenaikan dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen. Berdasarkan lokasi,
jumlah pengangguran di kota mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan di
desa.
Di kota, tingkat pengangguran
meningkat 2,69 persen sementara di desa hanya 0,79 persen. Peningkatan TPT
terjadi lantaran terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja per Agustus 2020
sebesar 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Meski terjadi kenaikan
tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 0,24 persen poin menjadi
67,77 persen namun terjadi penurunan jumlah penduduk yang bekerja.(Sumber: Kompas.com)