Nah, 8 Hari Terakhir 5 Pemilik Sabu Dibekuk Polisi di Kubar

img

Kapolres Kubar, AKBP Irwan Yuli Prasetyo, memberikan keterangan pers didampingi Kasat Narkoba AKP Simon Tammu dan Kasubbag Humas Iptu Andreas, Rabu, 11 November 2020 di Mapolres, Sendawar.(foto : lilis/ran/poskota kaltim).

 

SENDAWAR – Rupanya makin parah saja pengedar dan pemakai narkoba di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).  Meski ditengah pandemi covid-19, namun tak menyurutkan semangat pengedar dan pemakai narkoba untuk terus beraksi diwilayah itu. 

Padahal narkoba adalah salah satu bahaya laten penghancur bangsa dan generasi.

Menurut Kepala Polres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo, dalam Operasi Antik beberapa waktu lalu telah diamankan sejumlah tersangka pemilik dan pengedar narkoba di Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Namun sejak awal November tadi, ada lagi. Yaitu 5 tersangka kembali diamankan. Karena diduga memiliki dan mengonsumsi ‘Barang Haram’ sabu.

“Lima tersangka pemilik dan pemakai narkotika jenis sabu berhasil diamankan di hari yang berbeda,” jelas Kapolres AKBP Irwan Yuli Prasetyo, didampingi Kepala Satreskoba  Polres Kubar AKP Simon Tammu dan Kasubbag Humas Polres Kubar Iptu Andreas, dalam keterangan resmi  di Mapolres, Sendawar, Rabu (11/11/2020). 

Dipaparkan kapolres, tiga tersangka berhasil diamankan diwilayah Kecamatan Melak pada Senin (2/11/2020). Selanjutnya pada

Selasa (10/11/2020)  berhasil lagi diamankan  dua tersangka dari daerah Kecamatan Tering,” beber AKBP Irwan Yuli Prasetyo.

Tidak hanya para tersangka yang diamankan, juga ada sejumlah Barang Bukti  (BB) sabu yang berhasil diamankan seberat  10,1 gram dari 2 pengedar dan 3 pengguna. “BB dari tersangka ZA berjumlah 26 poket kecil dengan berat 9 gram, Kemudian dari tersangka UA seberat  0,6 gram terdiri 2 poket kecil,” tukas kapolres

“Kemudian dari tersangka MM, RY dan MR diamankan BB sabu seberat 0,6 geram dari 1 poket kecil,” tandasnya.

Ditambahkan Kasat         Narkoba AKP Simon Tammu, kronologis kejadiannya, tesangka UA mendapatkan sabu melalui tersangka ZA, keduanya bersama berdomisili di Kecamatan Tering.

“Tiga tersangka  lainnya dalam satu tempat dirumah milik MM,” ucap AKP Simon Tammu.

Dijelaskan lebih jauh oleh Kasat Narkoba, para tersangka mendapatkan sabu itu dengan cara membeli dari Kota Samarinda. Yaitu dengan cara iuran atau mengumpulkan uang bersama

“Satreskoba Polres Kubar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Agar kasus ini bisa terungkap jelas,” bebernya.

AKP Simon Tammu menegaskan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1)  dan  (2). Subsider      Pasal 112  ayat (1)  dan  (2),  UU RI Nomor 35 tahun  2009 tentang narkotika.

“Dengan ancaman  pidana penjara paling lama 20 tahun.  Serta denda paling banyak Rp 10 miliar,” kata AKP Simon Tammu.

Melihat kondisi saat ini maraknya peredaran narkoba,  maka Satreskoba Polres Kubar mengimbau masyarakat Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu), untuk turut membantu memberikan informasi terkait narkoba.

“Saya berterima kasih jika ada yang memberikan informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba di Kubar dan Mahulu.  Bersama kita berantas narkoba, karena sangat merusak generasi bangsa,” tutup  Kasat Narkoba. (lis/ran)