Gelar Pelatihan WPM, Dispora Kukar Ciptakan Wirausaha Handal

img

(Kegiatan pelatihan WPM Dispora Kukar. foto:Ahmad Rizki)


TENGGARONG, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menggelar kegiatan pelatihan Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) di Klinik WPM Dispora, pada Selasa (17/11/2020).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) H. Awang Ilham melalui Kepala Bidang Kewirausahaan Kepemudaan dan Kepramukaan Aji Ali Husni mengatakan, pelaksanaan pelatihan kewirausahaan pemuda di mulai sejak 17 sampai 19 November 2020, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan supaya wirausaha muda di Kukar bisa handal, mampu mengelola manajemen yang baik sehingga bisa mengembangkan usahanya di era digital saat ini .

“Sebelumnya pada tahap awal sudah dilakukan pelatihan WPM pada pekan lalu, jadi saat ini memasuki tahap kedua, hal itu dilakukan karena jumlah peserta yang terlalu banyak dan kondisi saat ini di tengah pandemic Covid-19, maka pelatihan WPM tersebut di bagi menjadi 2 tahap. Untuk tahap kedua terdapat 35 peserta, dimana pelatihan tahap kedua saat ini yaitu pembuatan bucket serta pemasaran online dan digital marketing” Kata Aji kepada poskotakaltimnews, Selasa (17/11/2020).

Dia menambahkan, dari 35 peserta WPM tersebut dari berbagai kecamatan yaitu Kecamatan Tenggarong, Kecamatan Muara badak, Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Loa janan. Peserta WPM tersebut di latih untuk mendesign, memanajemen, serta mempromosikan produknya secara online maupun ofline, supaya masyarakat Kukar khususnya bisa tertarik dengan hasil produk tersebut.

“Kami harapkan setelah mengikuti pelatihan tersebut, peserta WPM atau pelaku usaha bisa menjalankan usahanya dengan baik, dan ilmu yang  sudah di bekali selama pelatihan bisa di terapkan di dunia luar” tuturnya.

Selain memberikan pelatihan WPM, pihak Dispora memberikan pelayanan terkait dengan Surat Ijin Usaha, supaya usaha yang sudah dijalankan saat ini memiliki ijin dan sudah terdaftar di pemerintah.

Dengan melakukan perijinan tersebut bisa memudahkan pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya, pelaku usaha ingin meningkatkan pemasarannya dengan cara memasarkan hasil produknya di mini market, hal itu perlu perijinan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar.”Maka dari itu kami memberikan fasilitas perijinan agar terdaftar di pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara” Kata Aji Ali.(*riz/poskotakaltimnews.com)