Kaltim Steril Berdampak ke Pelaku UMKM, Dagangan jadi Sepi Pembeli
(Pelaku usaha mikro, kecil di Tenggarong)
TENGGARONG, sejumlah pelaku usaha merasakan
dampak dari kebijakan Pemerintah terkait dengan Kaltim Steril, yang
diberlakukan setiap hari Sabtu-Minggu, yang resmi dimulakan sejak 6 Februari
2021 lalu.
Pihak yang cukup merasakan dampaknya adalah
pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), seperti pedagang sayur dan pedagang martabak yang
berada di Jalan Maduningrat Tenggarong.
Joko pedagang sayur mengatakan, sejak
pemberlakuan kebijakan baru yang dilaksanakan pada Sabtu 6 Februari 2021 dan
Minggu, sampai dengan batas waktu yang di tentukan kemudian, dagangannya sepi
pembeli.
"Hal ini sangat berpengaruh bagi saya,
dengan adanya kebijakan baru ini masyarakat kemungkinan menjadi takut keluar
rumah, karena beranggapan bahwa semua pedagang dan jalannya bakal di tutup pada
Sabtu dan Minggu itu" Kata Joko kepada poskotakaltimnews, di tokonya
kawasan Jalan Maduningrat Tenggarong, Senin (8/2/2021)
Diakui olehnya terjadi lonjakan pembeli pada
saat menjelang Kaltim Sterill, dimana pembeli yang di dominan ibu ibu banyak menyetok
kebutuhan dapur untuk keperluan selama 2 hari seperti, membeli sayur, lauk
pauk, dan bumbu bumbu dapur, namun pada saat itu semua harga masih stabil tidak
ada yang di naikkan."Saya berharap jika kebijakan ini terus berlanjut, masyarakat
tidak perlu khawatir lagi dan beranggapan semua toko bakal tutup" Ucapnya.
Sementara pedagang Martabak Nurrohman mengaku
mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim maupun Pemerintah Daerah Kutai
Kartanegara, namun dirinya berharap dilakukan evaluasi kembali terkait
kebijakan tersebut, Kebijakan Pemerintah bertujuan untuk menekan angka
penyebaran Covid-19. Jika hal itu di lakukan setiap Sabtu dan Minggu, bagaimana
dengan pedagang yang berpenghasilan harian.
"Adanya Covid-19 sudah sangat
berpengaruh terhadap pedagang yang berpenghasilan harian, apalagi dengan adanya
kebijakan baru, para pedagang harus memikirkan kebutuhan keluarga yang setiap
harinya harus tercukupi, kemudian belum lagi bayar air dan listrik tiap
bulannya tidak gratis" Jelasnya.
"Saya berharap, untuk operasi tim
gabungan Satgas Covid-19 lebih di giatkan lagi, supaya tidak ada yang terkonfirmasi
positif Covid-19 terhadap masyarakat yang berkerumun pada saat belanja, dan
semoga Covid-19 ini cepat berlalu" Katanya.(*riz/poskotakaltimnews.com)