Kasus Stunting di Kukar Menurun
Kasi
Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat, Nurul Fitri Ningsih
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
Angka stunting Balita di Kutai Kartanegara pada 2020 mencapai 3.804 kasus,
angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding 2019 yang mencapai 6.889
kasus dari 53.453 balita.
“Angka stunting di Kukar 2020 itu capai 3.804
dari jumlah 58.691 balita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Martina Yulianti
melalui Kasi Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Nurul Fitri Ningsih,
kepada Poskotakaltimnews, Jumat (26/3/2021).
Dinas Kesehatan Kukar berupaya untuk melakukan
percepatan penanganan stunting dengan
cara mengolaborasikan lintas sektoral tingkat OPD Kukar, baik dari kabupaten, kecamatan,
maupun desa melalui program Ragapantas.
Dikatakan Nurul, kasus stunting itu terjadi
karena ada pola asuh tidak mendukung, pola makan, dan faktor pola hidup, pola
hidup yaitu makan makanan yang bergizi dan sudah periksa kehamilan, tapi
lingkungannya tidak bersih, hal itu juga mempengaruhi terjadinya stunting sejak
kehamilan.
"Stunting itu kalau secara gizi, berat,
panjang badan kurang dari umur semestinya, karena kekurangan gizi kronis yang
terjadi sejak dalam kandungan" tuturnya.
Untuk upaya pencegahannya dimulai pada saat
ibu hamil, atau sering disebut pencegahan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Dengan harapan kepada ibu hamil, harus
makan makanan yang bergizi, konsumsi gizi mikro maupun makronya cukup, dan
sudah periksa kehamilan, sudah imunisasi, lingkungannya baik dan sehat,
mengonsumsi tablet tambah darah selama 90 hari, diharapkan tidak akan terjadi
kelahiran bayi stunting" katanya.(*riz)