Jeritan Warga Kampung Kelian Dalam, Jalan Poros Rusak Parah, Sinyal Telekomunikasi Blankspot

img

Begini Kondisi poros Kubar-Mahulu melintas dari Kampung Muara Mujan ke Kelian Dalam, kini dalam kondisi rusak parah. (Insert) Petinggi Kelian Dalam, Imran Rosadi. (Foto : Ran/Dokumen Poskota Kaltim)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI BARAT- Ada cerita menarik dari sebuah kampung yang nun jauh nyaris terlupakan. Adalah Kampung Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Sejak zaman dahulu kala terkenal dengan nama Kampung Sungai Babi. Kampung ini pernah menjadi kampung paling ramai penuh penduduk di era 80-an. Ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia, berpuluh tahun  menjadi penduduk,  mendiami kampung   itu.

Pasca ditinggalkan oleh perusahaan penambamg emas PT Kelian Equatorial Mining (KEM),  90 persen Kampung Kelian Dalam sepi. Warga "pendatang"  kembali pergi. 

"Saat ini Kampung Kelian Dalam dihuni  360 kepala keluarga. Terdiri 3 rukun tetangga (RT). Dengan jumlah total penduduk sebanyak 1.276 jiwa," ungkap Petinggi Kelian Dalam, Imran Rosadi, kepada Poskota Kaltim di kediamannya, Jumat (23/4/2021).

Pria berusia 43 tahun itu bercerita, saat ini yang jadi keluhan warganya, adalah kondisi jalan poros Kubar-Mahulu yang mengalami kerusakan parah. Karena memang, poros itu merupakan urat nadi ekonomi penghubung Kampung Kelian Dalam ke Kecamatan Tering dan Ibukota Sendawar, Kubar.

"Kerusakan parah jalan poros Kubar-Mahulu. Yaitu dari Simpang Kelian Dalam sampai ke Kampung Muara Mujan, Kecamatan Tering. Aspal terkelupas. Saat hujan berlumpur," bebernya. 

Imran Rosadi menuturkan, kondisi tersebut menyedihkan, setiap hari dilintasi anak sekolah (SMP dan SMA) dari Sungai Babi ke Tering atau pun ke Linggang Bigung dan Barong Tongkok. Meski kondisi jalan hancur berlumpur, terpaksa harus dilintasi anak-anak sekolah dan warga Kelian Dalam.

"Saya mohon kepada Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim tolong tinjau kondisi jalan itu. Karena itu kewenangan provinsi dan pusat. Jika belum bisa di aspal, tolong segera di keraskan dengan batu," ucapnya.

Ditambahkan Petinggi, miris ketika musim hujan. Anak sekolah harus "bermain lumpur". Hanya saat kondisi pandemi Covid-19 ini saja anak sekolah dari Kelian Dalam tidak pergi sekolah, karena ditiadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Kalau sudah ada instruksi PTM,  mereka akan kembali melintasi jalan poros itu untuk berangkat ke sekolah," katanya.

"Jalan poros Kubar-Mahulu benar-benar urat nadi perekonomian masyarakat Kampung Kelian Dalam. Saya memohon kepada provinsi dan pusat untuk segera ada perbaikan atau pengerasannya," paparnya.

70 Persen Mata Pencaharian Masyarakat Mendulang Emas

Secara turun-temurun pencaharian masyarakat di Kelian Dalam adalah mendulang atau mencari emas di Sungai Kelian. Sekitar 70 persen warganya  hingga saat ini bermata pencaharian mendulang emas. Karena memang usaha tersebut menjanjikan untuk bisa bertahan hidup.

"Warga Kelian dalam hampir 70 persen bermata pencaharian  mendulang emas . Sisanya berkebun,  berladang,  atau bertani. Ada juga karyawan swasta dan PNS," urai Imran Rosadi yang menjabat 

Sebagai Petinggi (Kepala Kampung) Kelian  Dalam sejak tahun 2017 silam.

Dia bercerita panjang,  meski hasil tak menentu, namun mendulang emas jadi usaha tetap warga. Alasannya, mungkin karena harga emas saat ini lumayan tinggi, sehingga bisa diharapkan oleh  warga sebagai mata pencaharian.

"Sekarang harga emas curai (mentah) di Kelian Dalam per gram Rp 600 ribu. Kalau emas masak berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu," tukasnya.

Tak hanya sampai disitu cerita Petinggi Imran Rosadi. Dia menyampaikan keluh warga Kelian Dalam. Yakni masalah jaringan (sinyal) nirkabel yang hingga saat ini masih blank spot diwilayah itu. Padahal kata dia, jaringan telekomunikasi dan internet sangat diperlukan warganya.

"Apalagi musim pandemi Covid-19 ini. Semua urusan pemerintahan dan juga anak sekolah harus menggunakan sinyal telekomunikasi. Utama untuk handphone (HP) dan internet," urainya. 

"Jadi saya berharap pihak Telkom dan instansi terkait di Kubar agar tanggap kondisi blankspot telekomunikasi di Kelian Dalam. Harus dibangun satu lagi  menara (tower) telekomunikasi khusus di Kelian Dalam," pungkasnya.(ran)