Pemkab Kukar Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD Terkait RPJMD 2021-2026
(suasana rapat paripurna DPRD Kukar)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TENGGARONG- Pemerintah Kabupaten
Kutai Kartanegara menyampaikan tanggapan atas pandangan Fraksi DPRD Kukar
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026.
Penyampaian tanggapan itu disampaikan Wakil
Bupati H Rendi Solihin, pada rapat Paripurna DPRD Kukar yang dipimpin Ketua
DPRD Abdul Rasyid dihadiri para anggota DPRD Kukar, Senin (9/8/2021) sore.
Dalam kesempatan itu Wakil Bupati H Rendi Solihin
mengucapkan terima kasih dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada seluruh anggota DPRD yang tergabung dalam
masing-masing fraksi DPRD Kutai Kartanegara terhadap pemandangan umum yang
telah disampaikan.
“Secara umum Pemerintah
Kabupaten Kutai Kartanegara memahami dan sependapat dengan substansi
pemandangan umum yang telah disampaikan,”tegas Rendi Solihin.
Adapun secara singkat tanggapan per fraksi sebagai berikut:, Fraksi Golkar, terkait dengan Pandemi COVID-19 merupakan kondisi kejadian bencana non
alam yang tidak diperkirakan sebelumnya, sehingga kondisi saat ini menjadi
bagian pembelajaran yang sangat berharga bagi, oleh karenanya kondisi COVID-19
merupakan permasalahan Global, yang saat ini konsep penanganan dan pemulihan
dampak pandemi COVID-19 dalam pendekatan Kesehatan dioptimalkan pada pelayanan
berdasarkan standard WHO dan arahan Kementerian Kesehatan.
”Dalam hal pemulihan dampak
pandemi dalam pendekatan ekonomi dan social, telah tertuang di dalam program-program
prioritas, yakni terkait dengan penanganan kemiskinan, pengangguran, perluasan
kesempatan dan lapangan kerja serta layanan publik berbasis IT,”katanya.
Adapun langkah-langkah strategis
yang dilakukan untuk menyatukan gerak seluruh komponen masyarakat adalah dengan
memastikan bahwa pembangunan merupakan upaya strategis dalam pemecahan
permasalahan yang dilaksanakan secara focus dan gradual berdasarkan potensi
yang dimiliki baik dalam pendekatan potensi SDM, asset, SDA, Pengetahuan dan
Kewilayahan secara terpadu dalam skema sinergi dan harmoni.
Dalam pelaksanaan pembangunan,
evaluasi menjadi hal pokok, oleh karenanya program-program yang disusun secara
umum merupakan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan khususnya pelaksanaan
RPJMD tahun sebelumnya, dengan menitikberatkan pada penyelesaian permasalahan
sesuai dengan kondisi riil lapangan dan kebutuhan masyarakat.
“Dalam hal peningkatan PAD, kami
sependapat dengan Fraksi Golkar, bahwa peningkatan PAD secara siginifikan dapat
didorong melalui peran BUMD, oleh karenanya BUMD menjadi focus perbaikan kita
ke depan, selain daripada itu dalam pencapaian target pembangunan, potensi
pembiayaan selain PAD diupayakan dengan memperkuat sinergitas dengan prioritas
nasional dan provinsi serta memberikan ruang kepada swasta dalam pengelolaan
asset dan potensi daerah secara produktif dan akuntabel.”ungkapnya.
Sementara menanggapi pandangan
dari Fraksi Gerindra, menghadapi IKN di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara,
hal-hal krusial yang dilakukan secara khusus dari aspek sosial dan ekonomi
difokuskan pada kepastian tata ruang wilayah, kesiapan sumber daya manusia
dalam persaingan kesempatan kerja dan berusaha, dukungan interkoneksitas dan
infrastruktur wilayah strategis. “Kemudian perluasan jangkauan layanan
teknologi dan informasi serta memperkuat Kutai Kartanegara sebagai lumbung
pangan dengan mendorong sektor pertanian sebagai leading sector dalam
perekonomian daerah, sedangkan dari aspek budaya mengintegrasikan potensi
adat-istiadat dan budaya dengan kepariwisataan daerah dalam mengangkat keunikan
budaya Kutai Kartanegara sebagai daya Tarik pariwisata daerah IKN.”katanya.
Dalam pendekatan kawasan
perdesaan, strategi yang dilakukan adalah mengintegrasikan potensi sumber daya
alam dan potensi kewilayahan dengan memperkuat kerjasama antar desa dan fasilitasi
percepatan pembangunan desa dengan penguatan kapasitas fiskal desa melalui
optimalisasi dan efektifitas Alokasi Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus
Desa.
Dari aspek pembangunan manusia,
hal-hal yang kita lakukan adalah memperluas jangkauan dan mutu pendidikan
dengan meningkatkan kualitas guru dan ketersediaan sarana dan prasarana
sekolah, selanjutnya diperkuat dengan beasiswa dalam mendorong penyediaan
keilmuan spesifik yang dibutuhkan oleh daerah.
Dalam hal persaingan kesempatan kerja, akan diperkuat melalui fasilitasi
kepada pencari kerja dengan meningkatkan kapasitas dan keterampilan pencari
kerja sesuai kebutuhan lapangan kerja.
“Terkait dengan layanan data dan
informasi, strategy yang dilakukan adalah meningkatkan ketersediaan sistem
informasi dan akses internet di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara
dengan meningkatkan layanan berbasis internet ke desa hingga pelayanan pada
Rukun Tetangga.”terangnya.
Dari seluruh target yang disusun
merupakan asumsi yang dimungkinkan dapat dicapai, dan dalam pendekatan
pencapaiannya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan serangkaian
strategy dengan mengoptimalkan potensi sumber pembiayaan yang tidak hanya
terbatas pada APBD, namun dari sumber pembiayaan lain secara terintegrasi.
Sementara itu pandangan dari Fraksi Demokrasi
Indonesia Perjuangan, yakni terkait dengan strategy
penyelesaian masalah Kemiskinan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pendidikan
sebagaimana disampaikan pada prinsipnya telah tertuang dalam raperda RPJMD
Kutai Kartanegara 2021-2026 sebagaimana di sampaikan, dan komitmen pencapaiannya
dilakukan dengan memastikan seluruh program prioritas RPJMD dapat
diimplementasikan dalam rencana dan penganggaran tahunan dengan melibatkan
seluruh stakeholders dan mengoptimalkan seluruh potensi pembiayaan secara
transparan dan akuntabel.
Berikutnya dari menanggapi
pandangan fraksi Kebangkitan Bangsa, Pemerintah
Kabupaten Kutai Kartanegara dalam Perspektif Penyelenggara Urusan Pemerintahan
Daerah akan berupaya secara optimal menjalankan RPJMD secara konsisten dalam
pencapaian target Visi dan Misi serta Program Pembangunan yang telah disusun,
dengan tahapan awal menempatkan landasan yang kuat baik dari sisi SDM maupun
sumber daya lainnya dalam proses pembangunan Kutai Kartanegara yang lebih
fokus, gradual dan berkelanjutan.
Dan menanggapi pandangan dari
Fraksi PAN, terkait dengan Pembangunan berkelanjutan menjadi hal yang prinsip yang
harus kita tetapkan dalam komitmen pembangunan Kutai Kartanegara, oleh
karenanya pemandangan umum Fraksi PAN, secara umum menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dalam pencapaian target program pembangunan prioritas RPJMD
2021-2026, yang dimulai dari penguatan layanan berbasis IT, perluasan dan
peningkatan kesempatan kerja serta penguatan BUMD bagi peningkatan PAD.(adv)