Hasil Meubelair Lapas Kelas IIA Tenggarong, Sering Dipesan Pembeli dari Luar Kalimantan

img

Hasil kerajinan karya bengkel meubelair Lapas Tenggarong

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.KUKAR- Lapas kelas II A Tenggarong memiliki lapas produksi bidang meubelair. Bengkel kerja meubelair semakin menunjukan eksistensinya baik dari produksinya yang bagus, maupun dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala Lapas Tenggarong Agus Dwirijanto melalui Kasi Giatja Lapas Tenggarong Jumari Suwandoko mengatakan, warga binaan tersebut diberikan keterampilan, sehingga menghasilkan karya yang bernilai jual. Hasil dari penjualan karya tersebut dibagi untuk warga binaan, modal, dan PNBP.

"Target PNBP pada 2021 sebesar Rp. 25 juta dan per Agustus ini kami telah menyetor PNBP sebesar Rp. 12.480.600" ucap Jumari Suwandoko.

Sementara pemesan meubelair produksi warga binaan Lapas Tenggarong, tidak hanya sekitar wilayah Tenggarong, namun juga sudah merambah ke luar daerah bahkan ke pulau Jawa.

"Hampir tiap bulan ada pemesan dari Jawa, khusus nya kursi lipat yang menjadi produk andalan dari lapas Tenggarong. Harganya bervariasi, mulai Rp750 ribu sampai Rp2 juta," ujar Kasubsi Giatja Zairin Zain.

Lanjut dia,  kendala utama saat ini adalah ruang produksi yang sudah tidak representatif, dan hal ini juga disebabkan karena kondisi luas bangunan kantor dan sarana penunjang lapas Tenggarong sekitar 144 meter persegi.

"Kendala yang dihadapi oleh bengkel kerja tidak berarti menghalangi kami untuk tetap berkreasi dan produksi" sebutnya.

Selain menggunakan bahan baku kayu, bengkel kerja Lapas Tenggarong juga melakukan produksi dengan bahan baku limbah drum yang di olah menjadi kursi dan meja tamu.

Diketahui pada 2021 Lapas Tenggarong mendapatkan program pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket, dengan melibatkan 200 orang warga binaan serta mendapatkan bantuan belanja modal dalam bidang konveksi.(*riz)