Inflasi Kaltim Masih Terjaga Baik
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa'ban
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA- Hingga saat ini,
selama masa pandemic Covid-19, inflasi Kalimantan Timur masih terjaga baik,
bahkan posisi dibawah inflasi nasional.
Karenanya, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim
HM Sa'bani meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) provinsi maupun
kabupaten dan kota di Kaltim konsen menjaga stabilitas supply (ketersediaan)
dengan demand (permintaan).
"Ini bukan masalah penghargaan, tetapi
bagaimana tim (TPID) bisa terus mempertahankan kondisi yang stabil antara
demand dan supply," kata Sa'bani saat mewakili Gubernur Kaltim, pada
Penyerahan Penghargaan TPID Awards 2021 di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor
Gubernur Kaltim, Jumat (10/9/2021).
Untuk Kaltim, lanjutnya, dua kota yang
menjadi barometer pergerakan inflasi maupun terjadinya deflasi atau diukur
indrks harga konsumen (IHK) yakni Kota Balikpapan dan Samarinda.
Namun demikian, menurut Sa'bani, pemerintah
pusat tetap menentukan pembentukkan TPID di masing-masing daerah, baik provinsi
maupun kabupaten dan kota.
"Jujur, kalau kita lihat inflasinya
relatif rendah, terkendali diangka rendah. Tapi, bisa jadi daya beli menurun
atau demand menurun, supply memadai (cukup), sehingga ada deflasi dibeberapa
komoditi tertentu (bahan pokok). Intinya, stabilitas supply dan demand harus
dijaga," jelasnya.
Sementara Wakil Walikota Samarinda Dr H
Rusmadi menegaskan Pemkot Samarinda dalam mengendalikan inflasi sangat fokus
menjaga inflasi, sebab kalau inflasi naik maka masyarakatlah yang paling
terimbas dan merasakannya.
Khusus Samarinda, diakui mantan Sekda Prov
Kaltim ini, masih bersyukur karena didukung infrastruktur yang sangat memadai,
seperti pelabuhan, bandara dan jalur (jalan) akses arus distribusi barang lebih
mudah.
"Ketika cuaca ekstrim dan pembatasan
sebab pandemi, disiasati Pemkot mendorong masyarakat ikut berperan (supply).
Dari sisi demand, kita menjaga daya beli masyarakat," ungkap Rusmadi.(mar)