Coverage BPJS Harus Paripurna
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim HM Sa’ban
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim HM
Sa’bani menyampaikan keluhan masyarakat dan rumah sakit terkait pelayanan BPJS
pada kegiatan forum komunikasi bersama BPJS Kesehatan secara virtual di Ruang
Tepian I Kantor Gubernur, Senin (13/9/2021).
“Saya kadang mendengar keluhan dari
masyarakat dan rumah sakit. Coverage dari BPJS ini tanggung,” sebut
Sa’bani.
Contoh kasus diketahuinya belum lama ini.
Dimana ada pasien dalam kondisi gawat yang harus ditangani secara intensif dan
berkepanjangan, tapi rumah sakit menolak karena coverage (cakupan
pembiayaannya) tidak sampai.
“Akhirnya kita yang menanggung. Sebab kalau
dihentikan pelayanannya, pasien bisa meninggal. Kalau dilanjutkan pelayanannya,
tidak dicover lagi oleh BPJS. Jadi serba salah,” tukas Sa’bani lagi.
Seharusnya lanjut Sa’bani, ada perhitungan
yang bisa disepakati agar penanganan pasien bisa dilakukan hingga benar-benar
tuntas. “Mestinya coveragenya paripurna.
Sampai tuntas,” tandas Sa’bani.
Dia pun meminta agar BPJS tidak terlalu kaku
dalam pembiayaan pelayanan kesehatan
bagi masyarakat.
Deputi Direksi Wilayah Kaltimtengseltara Prio
Hadi Susatyo berterimakasih atas informasi yang disampaikan Sekda Provinsi
Kaltim HM Sa’bani tentang adanya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
tidak tercover secara komprehensif.
“Terima kasih informasinya Pak Sekda, akan
kami tindak lanjuti,” jawab Prio Hadi Susatyo.
Dijelaskan Prio, bahwa peserta JKN semestinya
tercover secara komprehensif. Baik dalam pelayanan di tingkat pertama maupun
tingkat lanjut di rumah sakit. Dimana pembayarannya, tidak melihat lamanya
perawatan.
“Selama secara kebutuhan medis masih
diperlukan, maka jaminan pelayanan kesehatannya tetap dicover oleh BPJS,” tegas
Prio Hadi lagi.
“Untuk kondisi yang disampaikan Pak Sekda,
kami akan tindak lanjuti, kami pelajari kembali, kenapa hal ini terjadi.
Harapannya tidak akan terulang di waktu-waktu berikutnya,” janji Prio.
Dia pun mengapresiasi dukungan Pemprov dan
pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim karena tingkat kepesertaan JKN di Benua
Etam sudah mencapai 93,96 persen. Jauh lebih tinggi dibanding kepesertaan nasional sekitar 83 persen. (mar)