Selama Ramadhan Persediaan Darah PMI Menipis

img

TENGGARONG. Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Kartanegara menipis. Semetara rata-rata pemintaan darah mencapai 9 kantong per harinya. Darah yang masuk dari awal puasa hingga sekarang sebanya 135 kantong dan yang keluar sebanyak 180 kantong.

“Saat ini persediaan darah di PMI Kukar tersisa 18 kantong Golongan darah A, 34 kantong darah B, 32 kantong darah O dan 6 kantong darah AB, kondisi ini belum bisa dikatakan krisis” kata  Khoirul Umam Tenaga Medis PMI Kukar kepada Poskota Kaltim saat di temui di markas PMI Kukar.

Khoirul mengatakan, di Kukar pemakai terbanyak adalah golongan darah O, untuk pesediaan darah Golongan A dan B masih terbilang aman yang sangant jarang adalah permintan darah AB, selama bulan Ramadhan jumlah pendonor juga mengalami penurunan dibandingkan dengan ahri biasa, akan tetapi ada komunitas Freedom Faithnet Global (FFG) yang sangat membantu kita dalam memenuhi stok persediaan darah di PMI Kukar

“FFG mengelas aksi donor darah serentak di 137 titik di Indonesia dan 248 titik dari 48 Negara di Dunia, Rabu (14/06/2017), dan di kukar aksi donor darah yang di selenggarakan FFG mengumpulkan sebanyak 16 kantong” paparnya.

 

PMI kukar saat ini hanya bisa membantu keluarga pasien maksimal 2 kantong darah per orangnya, denga kondisi menipisnya persediaan darah yang ada di PMI kukar

“Apabila pasiem memerlukan darah lebih dari dua maka keluarga harus mencari pendonor penganti” jelasnya.

Dalam bulan Ramadhan ini ada permintaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bnegun memintas sebanyak 10 kantong darah, karna pesediaan darah terbatas, PMI kukar hanya bisa memberi 5 kantong saja, Semoga setelah lebaran jumlah pendonor akan meningkat.

“Selama Bulan Ramadan, ada 3 pasien DBD yang memerlukan darah. Satu pasien biasanya membutuhkan darah trombosit hingga 5 kantong. Kami biasnya menyarankan kepada keluarga pasien untuk mencari pendonor pengganti. Karena untuk pasien DBD memerlukan trombosit dan itu harus darah yang segar” ungkap Khoirul. aji/poskotakaltimnews.com