Banyak Warga Tidak Memahami Program BPJS Gratis, DPRD Minta Pemkot Meningkatkan Kerjasama dan Sosialisasi
DPRD Balikpapan Parlindungan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN
-
Program BPJS Kesehatan Gratis Kelas 3 Mandiri untuk masyarakat Balikpapan dari
Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan masih belum tersosialisasikan dengan baik.
Dan menurut Anggota DPRD Balikpapan
Parlindungan, masih banyak warga yang kurang paham dengan program tersebut,
sehingga banyak warga yang tidak menggunakan, meski data mereka telah tercover
BPJS. Apalagi mereka yang memiliki tunggakan iuran yang belum dilunasi.
"Sosialisasi dari pelaksanaan RPJMD
program BPJS gratis belum sampai informasinya ke masyarakat, banyak masyarakat
yang belum paham," ucap Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan saat ditemui
awak media, Selasa (5/4/2022).
Lanjutnya, kondisi ini tentu berdampak pada
masyarakat yang berhak menerima. Karena mereka tidak mau mendaftarkan diri
kepada instansi penyelenggara BPJS. Padahal mereka berhak menjadi penerima.
"Masih banyak saya temui warga yang
belum tercover program itu, karena warga tidak mau ikut karena takut diminta
melunasi tunggakan," jelas Parlindungan.
Dirinya menyampaikan, perlu edukasi dan
sosialisasi dari instansi yang menangani program BPJS Kesehatan gratis seperti
dinas sosial, dinas kesehatan dan BPJS. Terutama mengenai persoalan pembayaran
tunggakan kepesertaan.
Sesuai aturan, warga yang menunggak iuran
sampai 5 tahun hanya membayar 2 tahun secara mencicil dan kartunya langsung
aktif. Maka itu dikatakan, bahwa memang
warga banyak yang tidak memperoleh informasi program ini dengan benar.
"Jadi pemerintah setempat sebagai
pemilik program perlu meningkatkan kerjasama sosialisasi dengan BPJS Kesehatan.
Agar masyarakat penerima bantuan bisa mendapatkan haknya," harapannya.
Tidak hanya itu, ada hal lain yang juga
menjadi perhatian, yakni perihal penggunaan aplikasi JKN Mobile bagi masyarakat
yang ingin mengaktifkan BPJS-nya,. mengingat saat ini masih kondisi pandemi
covid-19.
"Banyak warga terkendala soal
jaringannya, hingga akhirnya warga malas mendaftarkan diri. Tetapi saat sakit,
justru mereka bingung karena belum mengurus BPJS Kesehatan," ungkapnya.
(rd/ari)