Plafon Ruang Paripurna DPRD Berau Bolong
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Plafon ruang rapat paripurna gedung DPRD Berau memprihatinkan. Pasalnya, plafon
ruangan tersebut mengalami kerusakan karena rembesan air hujan akibat atapnya
yang bocor.
Perbaikan atap dan plafon gedung DPRD Berau,
diperkirakan Rp 5 miliar. Bahkan, tidak hanya di ruang rapat itu saja, di
sejumlah ruangan staff DPRD Berau juga ketika hujan, airnya menetes di
tengah-tengah ruangan.
Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan,
sebagai lembaga mitra pemerintah daerah, perbaikan atap dan plafon gedung DPRD
Berau harus diprioritaskan.
Apalagi kata dia, gedung DPRD Berau merupakan
fasilitas yang sangat vital dan perlu dilakukan perbaikan segera. Seharusnya
kata dia, sebagai gedung yang ditempati wakil rakyat, seharusnya mendapat
perhatian dari Pemkab Berau.
“Cukup plafon dan atapnya saja yang direhab.
Gedungnya tidak perlu. Apalagi, gedung DPRD Berau ini kerap dikunjungi tamu
dari luar daerah untuk study banding. Malu juga kalau gedung kita ini dilihat
orang,” katanya (6/4/22)
Ia melanjutkan, gedung tersebut sudah cukup
lama berdiri, sehingga beberapa bagian plafonnya jelas sudah rapuh. Ia
mengkhatirkan, jika terus dibiarkan, plafon tersebut akan lebih banyak rusak
dan ambruk karena rembesan air hujan.
Menurutnya, bangunan Kantor DPRD Berau ini
memang perlu di rehab, pasalnya sudah terlalu lama usianya, dan perlu
mendapatkan perbaikan. Sebab, kebocoran juga terjadi di beberapa ruang komisi.
“Khawatirnya semakin banyak yang rusak. Kalau
tidak segera diperbaiki, bentuk atap juga rencana akan dirubah juga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang (DPUPR) Berua, Taupan Madjid mengatakan, pihaknya sudah
pernah melakukan pekerjaan namun sifatnya tidak permanen. Sehingga kata dia,
perlu dilakukan identifikasi secara menyeluruh.
Memang diakuinya, perbaikan atap dan plafon
yang rusak bisa saja dilakukan secepatnya, namun dirinya khawatir perbaikan
tersebut tidak bertahan lama. Apalagi sebelumnya juga sudah pernah dilakukan
perbaikan, namun tetap kembali bocor.
“Maksud saya kita cari tahu dulu masalahnya,
baru kita perbaiki secara permanen. Kita tidak ingin membuang-buang anggaran,
hanya untuk perbaikan yang sifatnya sementara. Apalagi kata staff saya, sudah
berulang kali diperbaiki tapi tetap bocor,” terangnya.
Diterangkannya, perencanaan perbaikan atap
dan plafon gedung DPRD Berau memakan anggaran sekira Rp 5 miliar. Namun,
anggaran ini harus mendapatkan perstujuan dari anggota DPRD melalui badan
anggaran (Banggar) DPRD Berau.
Jika anggaran perencanaan sudah diestujui,
perbaikan atap dan plafon gedung DPRD dapat segera dilakukan. Taupan berharap,
agar panitia Badan Anggaran (Panggar) bersama TAPD Berau duduk bersama dalam
membahas anggarannya.
“Tergantung kebijakan dari Banggar, kalau
disepakati anggarannya kiita kerjakan. Secepatnya. Sekarang kan, ini belum
disepakati. Padahal ini juga sudah pernah disampaikan ke anggota DPRD Berau
juga. Cuman mungkin ada miss informasi,” pungkasnya.(sep)