Bupati Kutim Serahkan 100 SK CPNS Tenaga Kesehatan dan Penyuluh Pertanian

Admin 11 Jul 2017
img

ilustrasi

SANGATTA, Bupati Kutai Timur, Ismunandar, Selasa (11/7)  bertempat di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, secara simbolis menyerahkan SK (Surat Keputusan) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi 99 orang tenaga bidan dan 1 dokter di lingkungan Dinas Kesehatan Kutai Timur. Tak hanya itu, Bupati Ismu juga menyerahkan SK Pengangkatan kepada 9 orang Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh Pertanian dari Kementrian Pertanian RI.

Kepada 100 orang CPNS Tenaga Kesehatan yang telah berhasil lulus dalam seleksi penerimaan CPNS di Kementrian Kesehatan ini, Ismu menaruh harapan besar agar mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Khususnya pada desa dimana mereka ditempatkan dan mengabdi. Pesan serupa juga disampaikannya kepada 9 orang THL Penyuluh Pertanian. Walaupun kesembilan orang ini statusnya merupakan pegawai honorer pusat, namun karena mengabdi di Kutai Timur maka diharapkan mampu melakukan pembinaan kepada petani-petani di Kutim. Hal ini sebagai upaya mensukseska program pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras.

Tidak hanya menaruh harapan besar kepada 100 orang CPNS Kesehatan ini, Bupati Ismu juga menjanjikan akan memberikan bantuan sarana transportasi berupa kendaraan roda 2 (R2) bagi bidan-bidan ini agar memudahkan menjangkau dan memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa di Kutim.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan mengatakan 100 orang CPNS Tenaga Kesehatan ini ditempatkan di seluruh desa di Kutim. Sementara kekurangannnya akan diisi oleh 140 orang bidan yang berstatus Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim. Sehingga diharapkan 139 desa di Kutim minimal memiliki 1 orang tenaga bidan yang siap memberikan layanan dan pembinaan terutama bagi ibu hamil dan balita di setiap desa.

Selain itu, dalam hal pengabdiannya keseratus orang CPNS kesehatan ini wajib mengabdi minimal selama lima tahun di desa masing-masing mereka ditempatkan. Hal inin sudah menjadi kesepakatan bagi CPNS lulusan dari Kementrian Kesehatan ini untuk tidak diperkenankan mengajukan pindah tugas apapun alasannya. Karena statusnya masih CPNS 80 persen, maka jika diketahui ada yang mangkir atau mengajukan pindah tugas maka kemungkinan besar status CPNS mereka akan dibatalkan dan gugur. nda-poskotakaltimnews.com 

Admin
RELATED POST