Pentingnya Kerjasama Lintas Sektor Sukseskan BIAN di Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Pj Sekdaprov Kaltim
diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Setyo
Budi Basuki, membuka Rapat Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Bulan Imunisasi
Anak Nasional (BIAN) Tingkat Provinsi Kaltim, yang digelar oleh Dinas Kesehatan
Provinsi Kaltim secara offline dan online di Hotel Mercure Samarinda, Rabu
(6/7/2022).
Setyo Budi Basuki mengatakan BIAN sejak
dicanangkan pada 18 Mei 2022 dan sudah berlangsung selama 35 hari kerja dengan
cakupan di seluruh provinsi yang melaksanakan belum mencapai target yang telah
ditentukan (minimal 95% untuk Campak dan Rubela dan minimal 80% untuk cakupan
imunisasi kejar).
"Berdasarkan laporan harian Provinsi
Kaltim sampai dengan tanggal 05 Jull 2022, cakupan imunisasi tambahan Campak
Rubela (57,1 persen) dan cakupan imunisasi kejar OPV (1,4 persen), IPV (0,8
persen), DPT-HB-Hib (9,8 persen)," kata Setyo Budi Basuki.
Dikatakan, cakupan imunisasi tambahan Campak
Rubela dan imunisasi kejar pada pelaksanaan BIAN ini masih rendah dan dibawah
target yang ditetapkan, hal ini memang capaian imunsasi dasar lengkap (IDL)
sudah cukup tinggi diatas 90% sehingga anak yang mendapat imunisasi tambahan
campak rubela sedang imunisasi tambahan yang lain sudah terpenuhi.
"Oleh karena itu, kondisi ini berpotensi
menyebabkan capaian cakupan imunisasi tambahan campak rubela dan imunisasi kejar
yang tinggi dan merata sehingga timbulnya daerah-daerah kantong dengan
kesenjangan imunitas yang berpotensi menjadi sumber penularan dan rentan
terhadap penularan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,
khususnya seperti campak, Rubela, Polio, Diftheri, Pertusis, Tetanus dan
lainnya," paparnya.
Ditambahkan dalam menindaklanjuti Surat
Dirjen P2P Nomor SR 02 06/C/3175/2022 tentang perpanjangan waktu pelaksanaan
Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahap 1 diperpanjang sampai dengan 29 Juli
2022.
"Untuk memastikan capaian imunisasi
tambahan campak rubela dan imunisasi kejar pada pelaksanaan BIAN tinggi,
merata, dan dapat mencapai target cakupan yang diharapkan, maka perlu
mengoptimalkan perpanjangan waktu pelaksanaan BIAN dengan menyusun kembali
strategi-strategi dalam upaya pencapaian target capaian imunisasi tambahan
campak rubela dan imunisasi kejar," paparnya.
Selain itu, lanjut Setyo, dinas instansi
terkait perlu melakukan advokasi dan berkoordinasi secara intensif dengan
jajaran pemerintahan daerah, stakeholder dan lintas program lintas sektor agar
mendukung pelaksanaan BIAN.
"Koordinasi aktif juga harus
dilaksanakan dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama
dalam menjangkau sasaran BIAN di sekolah-sekolah," ujarnya.
Termasuk melakukan sosialisasi, mobilisasi dan pendekatan kepada sasaran yang belum mendapatkan imunisasi tambahan campak rubela dan atau belum lengkap imunisasi rutinnya dengan melibatkan kader dan kelompok masyarakat lainnya.
"Selain itu diharapkan kontribusi pihak
swasta (perusahan) untuk dukungan kegiatan dalam percepatan pelaksanaan BIAN,
sehingga dapat mempercepat capaian yang ditetapkan," pesan Setyo Budi
Basuki.
Tampak hadir Wakil Ketua TP PKK Provinsi
Katim Hj.Erni Makmur Hadi Mulyadi sekaligus menjadi narasumber, perwakilan
Kemenag Kaltim dan Kota Samarinda, perwakilan dinas instansi terkait dilingkup
Pemprov Katim, beberapa mitra perusahan (swasta) serta lintas sektor lainnya.
(mar)