Perlu Penambahan Fasilitas Pendidikan

img

Ketua DPRD Kabupaten Berau, Madri Pani

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB- Setelah 30 calon siswa tertolak masuk SMA 4 Berau, Ketua DPRD Kabupaten Berau, Madri Pani menyoroti dan menyayangkan fasilitas pendidikan yang ada belum cukup untuk memenuhi kebutuhan peserta didik di Berau.

Ia menilai, sistem zonasi yang diterapkan perlu ada perbaikan. Agar masyarakat lingkar sekolah bisa maksimal terserap.

 

Ia yang dikonfirmasi pada Sabtu (16/7) mengatakan, untuk jumlah SMA/SMK di Berau dirasa masih kurang, melihat begitu banyak sekolah dasar maupun SMP di Bumi Batiwakkal. Ia juga berharap agar pemerintah provinsi, bisa membangun SMA baru di Berau.

“Setiap tahun kan sudah bisa dibaca siswa yang lulus sekian. Kapasitas sekolah seperti apa. Apakah mampu menampung,” ujarnya.

Hal ini lah menurutnya yang perlu dikaji, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Batiwakkal.

Dijelaskan politikus Nasdem ini, pendidikan menjadi pondasi penting dalam suatu daerah. Ia menilai, dengan sistem zonasi, tentu memberi peluang bagi anak sekitar sekolah untuk dapat bersekolah di tempat tersebut, namun pada kenyataannya, masih ada yang terpaksa tersingkir karena kuota yang penuh.

“Misal satu ruang belajar terdapat 35 siswa, dikali lima kelas. Jika dihitung jumlah SMP dan siswa, jika tidak cukup, kenapa tidak dari awal tahun dilakukan penambahan ruang belajar,” tegasnya.

Madri berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Ia juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, bisa lebih ekstra dalam melakukan pengawasan dan pengembangan jumlah siswa SMP yang akan lulus sekolah. Agar ruang belajar bisa dipersiapkan jauh-jauh hari.

“Pendidikan itu penting, sekolah harus tetap berjalan,” paparnya.

Ia juga berharap agar sekolah swasta memberikan keringanan bagi siswa yang tidak mampu untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi anak-anak.

“Harapan saya, biaya untuk pendidikan bagi pelajar yang tidak mampu itu gratis. Jika perlu diberi beasiswa,” tutupnya.(sep)