Hadiri Rakor Percepatan Penghapusan Kemiskinan Esktrem, Wagub: Pemda Percepat Penanggulangan dan Penghapusan Kemiskinan
JAKARTA - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi
Mulyadi menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penghapusan
Kemiskinan Ekstrem Tahun 2022 yang dilaksanakan Sekretariat Tim Nasional
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Sekretariat Wakil Presiden,
Kementerian Sekretariat Negara RI, di Magnolia Ballroom Hotel Grand Mercure
Kemayoran Jakarta, Rabu (31/8/2022) malam.
Rakor bertema “Memastikan Konvergensi dan
Penajaman Sasaran Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem oleh Pemerintah
Daerah” ini digelar selama tiga hari, 31 Agustus-2 September 2022, dengan
peserta Wakil Gubernur dari 34 provinsi selaku Ketua Tim Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi didampingi Kepala Bappeda, Kepala
Dinas Sosial, Kepala DKP3A dan Kepala DPMPD selaku anggota dari TKPK Provinsi.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan
Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi selaku Sekretaris Eksekutif
TNP2K mengatakan sesuai tema rakor, ada dua kata kunci dalam upaya percepatan
penghapusan kemiskinan ekstrem, yaitu konvergensi dan lebih tepat sasaran.
“Jadi kita berupaya memperbaiki konvergensi
dan lebih tepat sasaran untuk program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di
daerah, seperti program pengurangan beban diterima keluarga secara stimulan
sesuai kebutuhan atau program pemberdayaan ekonomi. Upaya pemerintah yang
terintegrasi ini harus turut didukung oleh kerja bersama sektor non pemerintah.
Kerja bersama, kita hapus kemiskinan ekstrem,” jelas Suprayoga Hadi saat
membuka rakor.
Melalui rakor ini juga diharapkan pemerintah
daerah agar secara bersama-sama mengambil langkah nyata dalam penanggulangan
kemiskinan di daerah mulai provinsi hingga kabupaten/kota melalui gerakan
bersama lintas sektor dan seluruh stakeholder terkait.
“Disini juga kita berupaya melakukan
penguatan peran TKPK yang bertujuan untuk sinkronisasi dan harmonisasi
kebijakan gubernur dan bupati/wali kota, sehingga target penghapusan kemiskinan
ekstrem pada 2022-2024 bisa terwujud,” pungkasnya.
Wagub Hadi Mulyadi mengakui bahwa beberapa
daerah di Benua Etam masih memiliki angka kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi,
salah satunya Kabupaten Kutai Timur. Untuk itu dirinya mengimbau agar
pemerintah daerah dapat melakukan percepatan penanggulangan dan penghapusan
angka kemiskinan ekstrem didaerahnya.
“Kalimantan Timur berdasarkan data dari
pusat, angka kemiskinan ekstrem yang tinggi adalah Kutai Timur. Untuk itu
Pemkab Kutai Timur harus bekerja keras melakukan penghapusan kemiskinan
ekstrem. Demikian halnya untuk kabupaten/kota lainnya di Kaltim. Jadi semua
harus bergerak, karena apapun namanya, penanggulangan kemiskinan itu adalah
kewajiban kita bersama untuk diturunkan persentasenya bahkan dihapuskan,” tegas
Hadi selaku Ketua TKPK Provinsi Kaltim.
Tampak hadir mendampingi Wagub Hadi Mulyadi,
diantaranya Kepala Bappeda Kaltim Prof HM Aswin selaku Sekretaris TKPK Provinsi
Kaltim, Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim Saprudin Saida Panda, Kabid
Kependudukan DKP3A Syahrul dan Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD.
(mar)